Daerah

Bupati Tangerang Terus Hadir Saat Warganya Terkena Banjir

6
×

Bupati Tangerang Terus Hadir Saat Warganya Terkena Banjir

Sebarkan artikel ini

detak.co.id TANGERANG – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Kapolresta Tangerang dan Dandim 0510/Tigaraksa meninjau langsung 2 lokasi terdampak banjir, yakni Desa Patrasana, Kecamatan Kresek dan Desa Kandawati, Kecamatan Gunung Kaler, Rabu, (28/1/26), Bupati Tangerang selalu hadir saat warganya Menjad korban banjir, selain meninjau banjir bupati Tangerang juga memberikan bantuan dan himbauan agar warganya selalu waspada karena hujan saat ini belum reda.

Bupati didampingi Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Kepala BPBD, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Tata Ruang, Dirut PDAM Tirta Kerta Raharja, unsur Forkopimcam, serta anggota DPRD Kabupaten Tangerang. Selain meninjau kondisi lapangan, Bupati juga menyerahkan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir, khususnya untuk memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi.

Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah daerah bersama Forkopimda merupakan bentuk tanggung jawab dan komitmen dalam memastikan penanganan banjir berjalan cepat dan tepat sasaran.

“Alhamdulillah hari ini saya bersama Forkopimda, Pak Kapolres, Pak Dandim, para kepala OPD terkait, Pak Camat, para anggota dewan, serta Dirut PDAM melihat langsung kondisi banjir di Desa Kandawati dan Desa Patrasana. Kami pastikan penanganannya cepat dan tepat sasaran,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Lanjut dia, untuk penanganan jangka pendek di Desa Patrasana, pemerintah daerah telah merespons usulan kepala desa terkait kebutuhan logistik bagi para warga terdampak yang sudah mulai menipis

“Kita sudah membantu beras sebanyak 2,5 ton, minyak goreng 2,5 kuintal, telur 2,5 kuintal, serta air minum dari PDAM. Ini untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk jangka panjang, Pemkab Tangerang berencana akan merelokasi Sekolah Dasar yang terdampak banjir serta mencari solusi terhadap jalan penghubung antar desa yang terputus akibat gerusan Sungai Cidurian.

“Sekolah yang terdampak akan kita carikan lahan baru agar proses belajar mengajar bisa kembali berjalan. Untuk jalan yang terputus, akan kita bahas bersama BBWS agar bisa dinormalisasi dan difungsikan kembali,” tambahnya.

Pihaknya juga menyoroti adanya dua rumah warga di Desa Patrasana yang terancam akibat abrasi Sungai Cidurian. Pemerintah daerah segera akan melakukan kajian dan merelokasi rumah warga ke lahan milik pemerintah desa.

“Dua keluarga ini akan kita relokasi. Kita akan carikan solusi, termasuk kemungkinan menggunakan tanah desa dan pembangunan rumah melalui bantuan CSR,” ungkapnya.

Bupati menyebut sekitar 450 rumah dengan jumlah kurang lebih 1.500 warga di Desa Kandawati. Bantuan logistik pun sudah kembali disalurkan kepada para warga terdampak banjir

“Untuk jangka pendek, kita turunkan kembali bantuan berupa 2,5 ton beras, minyak goreng, air minum, susu bayi, dan kebutuhan lainnya. Saat ini distribusi makanan dilakukan melalui dapur umum dan pelayanan kesehatan dari puskesmas juga standby setiap hari,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga akan melakukan kajian teknis terhadap fasilitas-fasilitas umum yang terdampak, termasuk sekolah di Desa Kandawati.

“Untuk SD Kandawati, ada bangunan yang perlu ditinggikan dan ada pula yang harus direlokasi. Saat ini kami sedang melakukan kajian teknis agar penanganannya tepat dan aman bagi anak-anak,” tambahnya.

Dia berharap banjir dapat segera surut dan seluruh penanganan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, dapat berjalan sesuai rencana.

“Mudah-mudahan air cepat surut dan seluruh upaya yang kita lakukan untuk mengurangi dampak banjir dapat berjalan sesuai rencana serta memberikan rasa aman bagi masyarakat,” pungkasnya

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah menjelaskan bahwa banjir disebabkan oleh tingginya debit air Sungai Cidurian akibat hujan lebat dengan durasi panjang.

“Secara teknis, langkah yang akan kami lakukan adalah normalisasi alur sungai, perbaikan pintu air yang saat ini sudah tidak berfungsi, serta penanganan gorong-gorong yang mengalami pendangkalan. Semua ini akan kami koordinasikan dengan BBWS agar penanganannya menyeluruh dan berkelanjutan,” jelas Iwan.