DaerahNasional

Tinjau Gudang Pestisida di Taman Tekno Tangsel yang Terbakar, Begini Kata Menteri LH

15
×

Tinjau Gudang Pestisida di Taman Tekno Tangsel yang Terbakar, Begini Kata Menteri LH

Sebarkan artikel ini
Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq saat meninjau lokasi gudang pestisida di Taman Tekno yang terbakar.

TANGSEL, detak.co.id-Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, menyoroti tidak ditemukannya instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di kawasan pergudangan Taman Tekno BSD, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Kondisi tersebut diduga menjadi penyebab pencemaran ekosistem air dan udara di sekitar kawasan tersebut.

“Saya tidak melihat IPAL itu buruk, tetapi saya tidak melihat IPAL-nya,” ujar Hanif saat meninjau lokasi gudang pestisida yang terbakar di Taman Tekno BSD, Kecamatan Setu, Jumat (13/2/2026).

Dalam peninjauan itu, Menteri Hanif berjalan dari depan gudang milik PT Biotek Saranatama, menelusuri area rerumputan dengan kondisi jalan becek dan terjal hingga menuju Kali Jaletreng.

Setibanya di jembatan, ia tampak mengamati langsung kondisi lingkungan sekitar lokasi kejadian.
Hanif juga berdiskusi dengan Deputi Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup, Rizal Irawan, serta Kapolres Tangerang Selatan, Boy Jumalolo.

Ketiganya terlihat serius meninjau area lahan di sekitar pergudangan.
“IPAL-nya tidak ada, jadi saya tidak bisa mengatakan buruk,” tegas Hanif.

Ia menilai telah terjadi kesalahan fatal akibat pembiaran yang berlangsung lama hingga berujung pada pencemaran ekosistem.

Menurutnya, setiap kawasan pergudangan, terlebih yang menyimpan bahan berbahaya dan beracun (B3), wajib memiliki perlakuan khusus, termasuk ketersediaan IPAL untuk meminimalisir dampak pencemaran lingkungan.

“Ini tentu kesalahan fatal yang tidak boleh terjadi. Kami bersama teman-teman kepolisian akan mendalami lebih detail, karena sejatinya bahan kimia memiliki perlakuan yang jauh lebih ketat dibanding IPAL pada umumnya,” jelasnya.

Diketahui, gudang penyimpanan belasan ton pestisida milik PT Biotek Saranatama di kawasan Taman Tekno BSD terbakar pada Senin, sekitar pukul 04.25 WIB.

Akibat kejadian tersebut, bahan kimia padat dan cair yang terkena semprotan air mengalir ke Kali Jaletreng. Pada pagi hari setelah kejadian, permukaan air Kali Jaletreng berubah warna menjadi putih.

Warga sekitar juga mencium bau menyengat menyerupai bahan bakar minyak yang diduga berasal dari bahan kimia tersebut.

Tak berselang lama, ribuan ikan dilaporkan mabuk hingga mati. Dampak pencemaran bahkan meluas ke daerah aliran sungai yang mengalir hingga wilayah Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang.