detak.co.id, Cisauk, — Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, langkah-langkah sunyi kembali dihadirkan oleh Cisauk Mengaji. Bukan dengan gemuruh seremoni, tetapi melalui gerakan yang langsung menyentuh dapur-dapur warga — menyalurkan paket sembako kepada keluarga muslim yang membutuhkan di wilayah Cisauk.
Distribusi dilakukan di sejumlah titik, mulai dari kawasan Korpri, Griya, hingga Perumnas Suradita, dengan total anggaran hampir Rp17.000.000. Program ini menjadi ikhtiar sederhana agar lebih banyak keluarga dapat menyambut Ramadhan dengan hati yang tenang, tanpa dihimpit kekhawatiran kebutuhan pokok.
Suasana pembagian berlangsung hangat dan bersahaja. Tak ada panggung, tak ada sorotan berlebih — hanya senyum penerima, doa lirih para ibu, dan tangan-tangan relawan yang bekerja dalam senyap.
Kolaborasi yang Mendidik Jiwa
Khusus distribusi di wilayah Perumnas Suradita, kegiatan dilaksanakan melalui kerja sama dengan TPA Bocil S.K.A.
Penanggung jawab TPA, Syam Kelana Aas, menuturkan bahwa pelibatan anak-anak menjadi bagian dari pendidikan kepedulian.
“Kami ingin anak-anak belajar bahwa dakwah bukan hanya ceramah, tapi hadir saat mereka membantu membawa paket, menyapa warga, dan melihat langsung kondisi umat. Dari situ empati tumbuh.”
Bagi panitia, menumbuhkan jiwa peduli pada generasi muda sama pentingnya dengan bantuan yang diberikan hari itu.
Amanah dalam Setiap Paket
Dari sisi logistik, distribusi dijalankan dengan prinsip ketelitian dan amanah. Ummu Lili memastikan setiap paket disalurkan tepat sasaran, melalui pendataan dan koordinasi lingkungan.
Baginya, nilai program ini bukan hanya pada jumlah bantuan, tetapi pada kehormatan penerima yang dijaga.
Jejak Kebaikan yang Berkelanjutan
Program Tebar Sembako ini bukan berdiri sendiri. Sebelumnya, gerakan sosial serupa telah diwujudkan melalui Khitan Massal Cisauk 2026 dengan alokasi anggaran mencapai Rp22.000.000 lebih pada hari yang berdekatan sebelumnya.
Kegiatan tersebut terlaksana melalui sinergi Cisauk Mengaji bersama Yayasan Syiar Asy-Syisauky dan Ma’had Imam an-Nawawi yang dikoordinasikan langsung oleh pimpinan Budi Santoso — menghadirkan layanan khitan modern gratis bagi anak-anak masyarakat.
Tak hanya itu, kontribusi juga datang dari AmTeK (Amanah Teknik) — salah satu program binaan Cisauk Mengaji — yang menyalurkan bantuan dana, Cisauk Mengaji juga memfasilitasi pendingin ruangan untuk mendukung kenyamanan ibadah di Masjid Al-Husna Korpri, Suradita, Cisauk dengan rincian dana total Rp 5.500.000 beserta 4 unit AC 2 PK.
Semua rangkaian ini membentuk satu benang merah: dakwah yang hadir lewat pelayanan nyata.
Dakwah yang Dirasakan, Bukan Ditampilkan
Bagi para relawan, momen paling menggetarkan bukan saat paket diserahkan, melainkan ketika melihat wajah penerima berubah lebih tenang.
Ada ibu yang berkaca-kaca, ada anak kecil yang memeluk beras yang dibawa pulang dan ada doa-doa yang dipanjatkan lirih di ambang pintu.
Di situlah dakwah menemukan bentuknya — bukan pada kata, tetapi pada rasa.
Penutup — Menghidupkan Harapan Menjelang Ramadhan
Gerakan ini diharapkan menjadi pemantik tradisi kebaikan yang terus hidup setiap tahun. Bahwa menyambut Ramadhan tak selalu harus dengan gemerlap, tetapi cukup dengan memastikan tetangga kita bisa makan dengan layak.
Dari dapur yang hangat, lahir hati yang kuat, dari kepedulian kecil, tumbuh keberkahan besar.
Semoga setiap paket yang tersalurkan, setiap anak yang terbantu, dan setiap doa yang terucap menjadi amal jariyah — mengalir, menguatkan, dan menghangatkan umat dalam menyongsong Ramadhan yang mulia.




















