detak.co.id I SERDANG BEDAGAI – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Kabupaten Serdang Bedagai, Abdul Rahman Purba, menyampaikan bahwa ibadah puasa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi menjadi momentum penting untuk melatih kesabaran serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Menurutnya, puasa Ramadhan merupakan ibadah wajib yang bertujuan membentuk pribadi yang bertakwa, sebagaimana makna dalam Al-Qur’an “la’allakum tattaqun” (agar kamu bertakwa).
Puasa melatih kesabaran, keikhlasan, serta kemampuan mengendalikan hawa nafsu dalam kehidupan sehari-hari.
“Puasa sejati bukan hanya puasa fisik atau menahan perut dari makan dan minum, tetapi juga puasa hati dan panca indera dari hal-hal yang dilarang Allah SWT,” ujar Abdul Rahman Purba.
Ia menjelaskan, puasa menjadi perisai dari perbuatan maksiat, memupuk kejujuran, serta memperkuat kedekatan diri kepada Allah SWT melalui ketaatan yang tulus tanpa mengharap pujian manusia.
Lebih lanjut, ia memaparkan sejumlah hikmah puasa dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan, di antaranya:
Mengendalikan hawa nafsu.
Puasa menahan lapar, haus, dan syahwat sehingga melemahkan keinginan untuk berbuat maksiat serta membersihkan jiwa.
Meningkatkan kesadaran spiritual.
Seseorang sebenarnya bisa saja berbuka secara diam-diam, namun memilih tidak melakukannya karena keyakinan bahwa Allah SWT selalu mengawasi.
Membentuk karakter sabar dan ikhlas. Menjalankan perintah Allah dengan menahan diri melatih kesabaran dan keikhlasan tanpa mengharap pujian manusia.
Mendorong peningkatan ibadah. Puasa menjadi momentum memperbanyak amalan seperti tadarus Al-Qur’an, shalat malam, dan bersedekah.
Menumbuhkan empati sosial. Rasa lapar dan haus yang dirasakan saat berpuasa menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, sehingga meningkatkan ketakwaan sosial melalui kebiasaan berbagi.
Abdul Rahman Purba berharap momentum Ramadhan dapat dimanfaatkan seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten Serdang Bedagai, untuk memperbaiki diri dan memperkuat nilai-nilai keimanan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Semoga Ramadhan ini benar-benar menjadi sarana pembinaan diri, sehingga setelahnya kita menjadi pribadi yang lebih sabar, jujur, dan bertakwa,” pungkasnya.(ap).




















