detak.co.id, KOTA TANGERANG – Pasca sukses menggelar Musyawarah Daerah (Musda) dan memilih Ketua Umum pada 16 Juni 2026, pengurus daerah TP Sriwijaya Provinsi Banten bersama Srikandi TP Sriwijaya Provinsi Banten, mulai mempersiapkan rangkaian kegiatan pelantikan pengurus masa bakti 2026–2031 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.
Selain prosesi pelantikan, panitia juga akan menggelar kegiatan Jalan Sehat, Festival Kuliner, dan Festival Budaya Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) yang melibatkan masyarakat dari berbagai daerah asal, meliputi: Bengkulu, Lampung, Jambi, Sumatera Selatan (Palembang), dan Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Ketua Panitia Musda dan Pelantikan TP Sriwijaya Provinsi Banten Junaidi Rusli mengatakan, bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat silaturrahmi, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan kuliner masyarakat Sumbagsel yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan sosial di Provinsi Banten.
“Pelantikan tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga momentum memperkuat persaudaraan masyarakat perantauan asal Sumbagsel di Banten,” ungkap Junaidi Rusli.
Karena itu, lanjutnya, kami akan menghadirkan jalan sehat serta festival kuliner dan budaya yang melibatkan berbagai paguyuban dan komunitas. “Ada lebih daripada 300 ribu perantau asal Sumbagsel yang mencari nafkah di Banten,” imbuhnya lagi.
Diketahui, TP Sriwijaya merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun masyarakat yang berasal dari Lima (5) provinsi di Sumbagsel yang jumlah penduduknya sekitar 26,14 juta jiwa berdasarkan data BPS Semester II Tahun 2025, serta lebih dari satu juta perantau yang tersebar di daerah Jabodetabek. “Organisasi ini memiliki basis massa yang cukup besar dan potensial,” ungkap Junaidi.
Sementara itu, Sekretaris Panitia Pelaksana, Henny Murniati menyampaikan, bahwa berbagai persiapan tengah dilakukan agar kegiatan tersebut dapat menjadi ajang kebersamaan yang melibatkan keluarga besar TP Sriwijaya, Srikandi TP Sriwijaya, serta masyarakat umum. Di lokasi yang sama, Ketua Steering Committee (SC) Saptian Ibrohim pun mengaminkannya, sebagai ungkapan setuju atas apa yang disampaikan panitia pelaksana. Menurut Saptian, pada kegiatan ini, selain merangkul masyarakat Sumbagsel, juga mengajak masyarakat umum yang ada di Banten untuk berbagi kebahagiaan melalui Jalan Sehat, Festival Kuliner, dan juga akan melombakan masakan khas asal Sumbagsel.
‘Selain itu, juga akan menyelenggarakan seminar terkait budaya Banten dan Sumbagsel,” ujar Saptian.
Ketua Pengda TP Sriwijaya Provinsi Banten, Zulkarnain menegaskan, bahwa organisasi yang dipimpinnya berkomitmen menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional.
Senada dengan itu, Ketua Srikandi TP Sriwijaya Provinsi Banten, Shendy Erista Furi berharap, festival budaya dan kuliner dapat menjadi sarana memperkenalkan tradisi serta kearifan lokal Sumbagsel kepada generasi muda.
Junaidi Rusli menambahkan, hubungan historis antara Banten dan wilayah Sumbagsel, khususnya Lampung, menjadi salah satu alasan penting penyelenggaraan festival tersebut. ‘Kedekatan budaya kedua daerah telah berlangsung sejak lama, ditandai dengan keberadaan Kampung Lampung di kawasan Anyer, Kabupaten Serang, serta Kampung Banten di Provinsi Lampung yang menjadi simbol kuat hubungan persaudaraan antardaerah,” papar Junaidi.
Selain itu, kata Junaidi keberadaan komunitas masyarakat asal Palembang di wilayah Tangerang Selatan juga menunjukkan eratnya ikatan sosial dan budaya antara masyarakat Banten dan Sumatera Bagian Selatan.
Melalui kegiatan jalan sehat, festival kuliner, dan pertunjukan budaya tersebut, TP Sriwijaya dan Srikandi TP Sriwijaya Banten berharap dapat memperkuat semangat persatuan, mempererat tali persaudaraan antarsuku dan daerah, serta menjadi wadah pelestarian budaya nusantara di tengah masyarakat yang semakin majemuk. (ER/Zal)











