Scroll untuk baca Berita

Pasang Iklan, Advertorial dan Kirim Release, click here
Daerah

Batu Bara Hitam Reclea Brick, Berkualitas Tinggi dan Tahan Air Laut. Sangat Cocok Untuk Perumahan

8
×

Batu Bara Hitam Reclea Brick, Berkualitas Tinggi dan Tahan Air Laut. Sangat Cocok Untuk Perumahan

Sebarkan artikel ini

detak.co.id,  SERDANG BEDAGAI – Inovasi material bangunan ramah lingkungan terus berkembang. Salah satunya adalah batu bata hitam produksi Reclea Brick yang dibuat dari bahan daur ulang sisa pembakaran batu bara.

Produk ini diklaim memiliki kualitas lebih baik dibandingkan batu bata konvensional, dengan keunggulan tahan cuaca, kedap suara, lebih sejuk, serta tahan terhadap air laut.

Manager Operasional Reclea Brick, Deni, mengatakan bahwa bahan baku batu bata hitam berasal dari limbah sisa pembakaran batu bara yang kemudian diolah melalui proses khusus menggunakan mesin pres berteknologi khusus sehingga menghasilkan batu bata yang lebih padat dan kuat.

“Pembuatan batu bata hitam ini memanfaatkan sisa pembakaran batu bara yang diolah kembali menjadi material bangunan berkualitas tinggi. Proses produksinya menggunakan mesin pres khusus agar hasilnya lebih padat dan kokoh,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).

Pabrik pengolahan Reclea Brick berada di Desa Suka Jadi Buluh, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Batu bata yang diproduksi memiliki ukuran standar panjang 21 sentimeter, lebar 10 sentimeter, dan tinggi 5 sentimeter.

Meski dibanderol dengan harga lebih tinggi dibandingkan batu bata biasa, Deni menegaskan kualitas yang ditawarkan jauh lebih unggul.

“Saat ini, produk tersebut telah digunakan pada berbagai jenis bangunan, mulai dari perumahan, pertokoan hingga gudang,” ungkap Deni.

Menurutnya, batu bata hitam memiliki sejumlah kelebihan, di antaranya lebih tahan terhadap perubahan cuaca, mampu meredam suara dengan baik, memberikan suhu ruangan yang lebih sejuk, serta tahan terhadap paparan air laut.

“Selain itu, material ini tidak mudah keropos karena dibuat dari bahan baku daur ulang hasil pembakaran batu bara yang menghasilkan struktur lebih kuat dan padat,” pungkasnya. .

Saat ini, Reclea Brick mempekerjakan sekitar seratus karyawan dalam kegiatan produksi dan operasional. Untuk pemasaran, produk batu bata hitam masih difokuskan pada pasar lokal dengan pengguna terbesar berasal dari sektor pembangunan perumahan.

Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki, batu bata hitam Reclea Brick dinilai menjadi alternatif material bangunan yang tidak hanya kuat dan tahan lama, tetapi juga mendukung pemanfaatan limbah daur ulang menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.(ap).