detak.co.id, TEBING TINGGI – Wali Kota Tebing Tinggi, Iman Irdian Saragih, secara resmi membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Tebing Tinggi Tahun 2026 yang digelar di Pondok Bagelen, Jalan Deblod Sundoro.
Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Rakerda sebagai forum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Rakerda merupakan forum penting untuk merumuskan program kerja, memperkuat sinergi, serta menyusun langkah konkret dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Wali Kota.
Iman Irdian Saragih menegaskan, KADIN memiliki peran strategis dalam mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing usaha, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.
Karena itu, kolaborasi yang erat antara pemerintah dan pelaku usaha dinilai menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ekonomi.
“Pemerintah Kota Tebing Tinggi berkomitmen menciptakan iklim usaha yang kondusif, memberikan kemudahan berusaha, serta mendorong pengembangan sektor unggulan yang mampu meningkatkan nilai tambah,” katanya.
Wali Kota juga mengajak para pelaku usaha untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), memanfaatkan teknologi digital, memperluas jejaring bisnis, serta mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai pilar utama perekonomian daerah.
Ia berharap Rakerda KADIN 2026 mampu melahirkan berbagai gagasan dan rekomendasi yang dapat memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan dunia usaha dan pembangunan Kota Tebing Tinggi.
“Mari kita perkuat semangat kebersamaan, kolaborasi, dan gotong royong untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua KADIN Provinsi Sumatera Utara, Firsal Dida Mutyara, menyoroti tantangan ekonomi yang dihadapi Kota Tebing Tinggi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perputaran uang di kota tersebut mengalami penurunan sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan bersama yang harus dijawab melalui kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha. Ia mendorong KADIN Kota Tebing Tinggi agar aktif membantu pemerintah daerah dalam mengidentifikasi sektor-sektor bisnis yang memiliki potensi untuk dikembangkan.
Firsal menilai Kota Tebing Tinggi memiliki posisi strategis untuk dikembangkan sebagai pusat logistik dan industri, sekaligus memperkuat sektor jasa pendidikan dan kesehatan.
Ia juga mengusulkan kolaborasi dengan sektor perbankan guna mengoptimalkan pengembangan ekonomi syariah sebagai salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Acara ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap ekonomi lokal. Mari kita saling mendukung dalam mencapai tujuan bersama,” ujarnya.(ap).
Teks foto: Wali Kota Tebing Tinggi, Imam Erdian Saragih buka Rakerda KADIN.











