detak.co.id, TOBA – Kematian Kapten Kapal Motor Penumpang (KMP) Kaldera Toba, Tunggul Simanjuntak (52) warga Perum Duta Asri Palem I Blok C/18 RT/RW 001/007, Kelurahan Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten masih menyisakan tanda tanya.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area dalam kapal yang didinakhodainya di ruangan gudang Wing Ramdor kapal saat bersandar di Pelabuhan Mulia Raja, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Jumat (20/2/2026) pukul 14.00 WIB.
Kasi Humas Polres Toba, Kompol B. Samosir, menyampaikan bahwa jasad korban sempat dibawa ke rumah sakit, namun tidak dilakukan visum atas permintaan tertulis dari pihak keluarga.
“Jasad korban tidak dilakukan visum sesuai permintaan pihak keluarga,” ungkapnya, Sabtu (21/2/2026).
Saat ini, Polres Toba masih terus mendalami penyebab pasti kejadian tersebut dengan memeriksa sejumlah kru kapal sebagai saksi, memeriksa kamar nahkoda, serta menelusuri rekaman CCTV di dalam KMP Kaldera Toba.
Sementara itu Kapolsek Balige, AKP Libertius Siahaan, mengatakan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan, termasuk memeriksa rekaman CCTV di dalam kapal untuk memastikan kronologi kejadian.
“Dari keterangan rekan-rekannya di KMP Kaldera Toba, korban sering mengeluhkan penyakit yang dideritanya. Bahkan sebelumnya telah melakukan pemasangan ring pada jantung,” ujar Libertius.
Menurutnya, berdasarkan informasi sementara, korban diduga mengalami tekanan psikologis akibat kondisi kesehatannya. Dokter juga disebut telah menyarankan tindakan operasi by pass jantung.
“Diduga korban mengalami tekanan akibat penyakit jantung tersebut. Namun ini masih dugaan sementara dan kami masih melakukan pendalaman,” jelasnya.
Libertius menambahkan, dari keterangan para kru kapal, tidak ditemukan adanya permasalahan dalam pekerjaan korban sebagai nahkoda maupun konflik dengan sesama rekan kerja.
“Tidak ada masalah dalam pekerjaan maupun hubungan dengan kru kapal. Semua berjalan normal,” katanya..(ap)










