detak.co.id TANGERANG – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid memfasilitasi pertemuan mediasi antara warga Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa dengan masyarakat ITB (Ikatan Timur Bersatu) terkait persoalan yang sempat memicu aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu. Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Solear, Puspemkab Tangerang, Selasa (19/5/2026).
Pertemuan itu digelar menyusul adanya aksi penyampaian aspirasi dari sekelompok masyarakat Kadu Agung yang menuntut penertiban dugaan tempat hiburan malam di kawasan Kadu Agung, Tigaraksa. Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama unsur Forkopimda bergerak cepat untuk memediasi kedua belah pihak guna menjaga situasi tetap aman, kondusif, dan harmonis.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Tangerang didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta menghadirkan perwakilan warga Kadu Agung dan masyarakat ITB (Ikatan Timur Bersatu).
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama unsur Forkopimda hadir sebagai penengah untuk menjaga kondusivitas wilayah serta memastikan setiap persoalan dapat diselesaikan melalui dialog dan musyawarah.
“Permasalahan apapun harus diselesaikan dengan kepala dingin dan melalui musyawarah. Jangan sampai terjadi gesekan yang dapat merugikan masyarakat luas maupun mengganggu keamanan wilayah,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia juga meminta seluruh pihak untuk saling menahan diri dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh suasana. Menurutnya, kebersamaan dan persatuan masyarakat harus tetap dijaga demi menjaga keamanan dan kedamaian lingkungan
“Kabupaten Tangerang adalah rumah bersama. Kita semua bersaudara, sehingga setiap persoalan harus diselesaikan secara baik-baik dengan semangat persatuan dan kekeluargaan,” tambahnya.
Perwakilan masyarakat ITB (Ikatan Timur Bersatu), Dance, menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Forkopimda yang telah memfasilitasi ruang dialog antara kedua belah pihak. Ia menegaskan bahwa pihaknya mengedepankan penyelesaian secara damai dan menjaga hubungan baik antarwarga.
“Kami berterima kasih kepada Pak Bupati dan seluruh Forkopimda yang telah memfasilitasi pertemuan ini. Pada prinsipnya kami ingin situasi tetap aman, damai, dan tidak ada lagi kesalahpahaman di masyarakat, kami minta maaf atas semua ini,” ujar Dance.
Sementara itu, perwakilan masyarakat Kadu Agung, Khusnul Firdaus, mengatakan bahwa aspirasi warga yang sebelumnya disampaikan merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Namun demikian, dirinya juga menginginkan agar persoalan tersebut dapat diselesaikan secara bijak dan kondusif.
“Kami menyampaikan aspirasi masyarakat demi menjaga lingkungan dan ketertiban wilayah. Tetapi kami juga sepakat bahwa semuanya harus diselesaikan dengan musyawarah dan tidak boleh ada konflik berkepanjangan,” kata Khusnul Firdaus.
Pada akhir pertemuan, kedua belah pihak sepakat untuk menjaga situasi tetap kondusif serta memperkuat komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah maupun aparat keamanan. Mediasi berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan hingga tercapai kesepahaman bersama demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Tigaraksa, dan saling memaafkan antara kedua belah pihak.











