Scroll untuk baca Berita

Pasang Iklan, Advertorial dan Kirim Release, click here
Daerah

Sempat Bermain Ganas, Si Eneng Tumbang di Pakujaya Kena Tusuk Sate

8
×

Sempat Bermain Ganas, Si Eneng Tumbang di Pakujaya Kena Tusuk Sate

Sebarkan artikel ini
Pemain Tusuk Sate dan Si Eneng terlibat perebutan bola saat menjalani laga babak 32 besar. Pertandingan berakhir bagi kemenangan Tusuk Sate melalui tendangan adu penalti dengan skor 8 - 7.

detak.co.id TANGSEL – Si Eneng asal Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) harus mengakhiri debut manisnya di babak 32 besar Pakujaya Cup XI 2026. Meski tampil agresif dan mendominasi sejumlah fase pertandingan, Si Eneng tumbang dari Tusuk Sate melalui drama adu tendangan penalti dengan skor 7–8, di Stadion Mini Pakujaya, Serpong Utara, Kamis (21/5/2026).

Laga berdurasi 2 x 30 menit berlangsung dalam tempo tinggi. Kedua tim tampil terbuka sejak menit awal dan saling menekan. Penjaga gawang Si Eneng, Aryo, tampil impresif di bawah mistar, begitu pula Toni yang kokoh mengawal gawang Tusuk Sate.

Tusuk Sate langsung menekan di awal babak pertama melalui kombinasi lini serang Badik, Santana, Rafli, dan Amar. Peluang terbaik tercipta lewat tendangan bebas Sahrul, namun bola masih melambung di atas mistar gawang Si Eneng.

Si Eneng tak tinggal diam. Peluang emas didapat melalui eksekusi bola mati Dana Nasution dari sisi kanan, namun tendangannya masih membentur pagar hidup pemain Tusuk Sate. Jual beli serangan terus terjadi hingga wasit Dwiko meniup peluit turun minum dalam situsasi skor 0-0.

Memasuki babak kedua, intensitas permainan tak menurun. Lini depan Si Eneng yang dihuni Fadil, Ucup, Tedja, dan Fawaz kerap merepotkan barisan pertahanan Tusuk Sate yang dikomandoi Bima Reksa, Martin, Fauzi, dan Aldo. Sejumlah peluang berbahaya berhasil dipatahkan dengan disiplin tinggi.

Fadil nyaris membuka keunggulan Si Eneng lewat sundulan hasil situasi bola mati, namun bola kembali melintas tipis di atas mistar gawang Toni. Serangan tersebut dibalas Tusuk Sate melalui sepakan voli Rafi yang hanya melebar tipis dari gawang Si Eneng yang dikawal Aryo.

Di pertengahan babak kedua, Tusuk Sate meningkatkan intensitas serangan. Beberapa peluang emas tercipta, namun ketangguhan Aryo kembali menjadi tembok kokoh bagi Si Eneng. Drama terjadi jelang akhir laga saat Tusuk Sate harus bermain dengan 10 orang setelah Fauzi diganjar kartu merah akibat pelanggaran keras.

Unggul jumlah pemain, Si Eneng tampil semakin ganas. Namun solidnya pertahanan Tusuk Sate membuat skor tetap imbang hingga peluit panjang dibunyikan. Pertandingan pun harus ditentukan lewat adu tendangan penalti.

Dalam babak tos-tosan ini, lima penendang pertama kedua tim sama-sama sukses menceploskan bola ke gawang lawan. Skor 5–5 memaksa penalti tambahan. Tusuk Sate memastikan kemenangan setelah Rafli, Aldo, dan Martin sukses mencetak gol, sementara eksekutor Si Eneng, Sakti gagal menaklukan Toni meski sebelumnya gagal menghalau eksekusi penalti Iful dan Ucup. Skor akhir 8–7 untuk keunggulan Tusuk Sate.

Kemenangan ini mengantar Tusuk Sate melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi Sedulur FC asal Cirebon, Jawa Barat. “Ini pertandingan paling seru. Sejak babak pertama kami saling jual beli serangan. Meski sempat kehilangan satu pemain, Alhamdulillah rezeki berpihak lewat penalti,” ujar kiper Tusul Sate, Toni, usai laga.

Manajer Tusuk Sate, Rahman, menegaskan timnya tak akan meremehkan siapapun lawan yang akan dihadapi di babak berikutnya. “Siapapun lawannya, di lapangan semua sama. Bola itu bulat. Kami akan tetap bekerja keras dan mempertahankan skuad yang ada,” tegasnya.

Sementara itu, laga terakhir babak 32 besar akan mempertemukan kesebelasan dari Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Golok Setan kontra JNT Cibaliung dari Pandeglang, Banten. Kedua tim yang memperebutkan tiket 16 besar dijadwalkan digelar pada Jumat sore (22/5/2026).