Senyum sumringah terlihat dari wajah anak-anak yang mengikuti sunatan massal gratis di Klinik Fafasa23, Pondok Golf Asri, Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari bakti sosial tahunan Klinik Fafasa23 yang tahun ini memasuki pelaksanaan keempat.
Tak hanya sunatan massal, masyarakat juga mendapat layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis, pemeriksaan gigi, senam bersama hingga donor darah. Sebanyak sekitar 300 peserta ditargetkan mendapatkan manfaat dari kegiatan sosial tersebut.
Koordinator Pelayanan Klinik Fafasa23, drg Yenny Juwita Sari, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang menjadi bentuk kepedulian klinik terhadap masyarakat.
“Alhamdulillah kegiatan hari ini adalah baksos atau bakti sosial. Ini sudah keempat kalinya dan dilakukan setiap tahun,” kata Yenny.
Dalam kegiatan tersebut, Klinik Fafasa23 menargetkan sekitar 300 peserta. Rinciannya, sebanyak 20 peserta untuk sunatan massal, 80 peserta untuk pelayanan gigi, serta sekitar 200 peserta untuk pemeriksaan dan pengobatan umum.
Selain layanan kesehatan, kegiatan juga diisi dengan senam bersama dan donor darah.
drg Yenny menjelaskan, saat ini Klinik Fafasa23 memiliki sejumlah layanan kesehatan yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Di antaranya poli umum, poli gigi, poli sunat dengan teknik modern, fisioterapi, poli kecantikan, baby massage, psikologi, hingga layanan home care.
Untuk saat ini, kegiatan sosial tersebut masih diprioritaskan bagi masyarakat di wilayah Kelurahan Kebondalem. Namun, pihak klinik berharap ke depan cakupannya dapat diperluas.
Tidak hanya melalui kegiatan baksos tahunan, Klinik Fafasa23 juga memiliki program berbagi yang dilaksanakan setiap Jumat.
Program tersebut ditujukan bagi masyarakat kurang mampu, anak yatim, santri, penghafal Al-Qur’an, janda, serta kaum dhuafa. Menariknya, program tersebut mencakup seluruh layanan poli yang tersedia di klinik.
“Insyaallah untuk masyarakat yang tidak mampu, anak yatim, santri, para penghafal Al-Qur’an, janda dan kaum dhuafa, kami amanah untuk setiap Jumat berbagi,” ujarnya.
Pelayanan gratis tersebut dilakukan secara mandiri dengan memanfaatkan sebagian keuntungan klinik. Dengan demikian, pasien yang mendapatkan pelayanan di Klinik Fafasa23 secara tidak langsung turut berkontribusi dalam program sosial tersebut.
“Sebagian dari yang dibayarkan oleh pasien kita pangkas untuk biaya pengobatan gratis seperti ini. Jadi secara tidak langsung pasien juga ikut berkontribusi,” jelasnya.
Kepala Klinik Fafasa23, dr. Dedi Tri Oktiyadi, MARS, mengatakan pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan secara profesional dengan mengutamakan kenyamanan pasien.
Menurutnya, kepuasan pasien menjadi salah satu indikator pelayanan yang terus dijaga oleh Klinik Fafasa23.
“Kita mengusung pelayanan yang profesional. Insyaallah kita memberikan yang terbaik untuk pasien dan memberikan kenyamanan kepada pasien,” kata Dedi.
Untuk layanan sunat, Klinik Fafasa23 menggunakan teknik modern. Proses tindakan disebut relatif singkat, yakni sekitar 30 menit hingga satu jam, tergantung kondisi pasien.
Klinik Fafasa23 juga beroperasi setiap hari, mulai pukul 08.00 WIB hingga 22.00 WIB, dari Senin hingga Minggu.
Sementara pada layanan poli gigi, klinik tersebut tengah mengembangkan program yang disebut imunisasi gigi, sebagai salah satu upaya pencegahan gigi berlubang sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan gigi.
“Imunisasi gigi adalah salah satu tindakan atau treatment untuk mencegah gigi berlubang dan juga mengedukasi pasien supaya menjaga kebersihan giginya,” ujarnya.
Program tersebut ditujukan bagi semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Kegiatan sosial Klinik Fafasa23 tidak hanya dilakukan melalui sunat dan pengobatan gratis. Pada tahun sebelumnya, klinik tersebut juga pernah menggelar pemeriksaan USG gratis yang bekerja sama dengan Poltekkes Jakarta.
Program tersebut bahkan mendapat antusiasme masyarakat dari wilayah yang lebih luas, termasuk masyarakat Kota Cilegon.
Selain itu, Klinik Fafasa23 juga secara berkala menggelar pelayanan kesehatan gratis khusus bagi anak yatim dan santri, baik berupa sunat maupun pengobatan umum.
Klinik Fafasa23 sendiri telah berdiri sejak 2002 dan hingga kini terus berupaya mempertahankan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan sekaligus menjalankan kegiatan sosial bagi masyarakat.
Dedi mengatakan seluruh kegiatan sosial tersebut masih dilakukan secara mandiri tanpa dukungan pemerintah.
“Kami masih mandiri. Semua kegiatan masih dari keuntungan Klinik Fafasa23 itu sendiri. Kita jatuhnya sedekah bersama,” katanya.
Ia berharap keberadaan klinik dan berbagai program sosial yang dijalankan dapat semakin dikenal masyarakat sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas.
Salah satu orang tua peserta sunat gratis, Dewi Ratna Sari, mengapresiasi kegiatan yang digelar Klinik Fafasa23.
Ia mengatakan anaknya, Muhammad Ferlan, menjadi salah satu peserta sunat gratis dalam kegiatan tersebut.
Dewi mengaku terbantu dengan adanya program sosial tersebut. Ia juga menilai pelayanan yang diberikan kepada anaknya berlangsung cepat dan nyaman.
“Terima kasih kepada Klinik Fafasa23. Anak saya, Muhammad Ferlan, telah disunat. Pelayanannya cepat dan nyaman,” ujarnya.











