Scroll untuk baca Berita

Pasang Iklan, Advertorial dan Kirim Release, click here
Daerah

Dosen UBSI Latih Warga Serpong Utara Kelola Keuangan Keluarga

14
×

Dosen UBSI Latih Warga Serpong Utara Kelola Keuangan Keluarga

Sebarkan artikel ini
Warga Serpong Utara usai mengikuti pelatihan pengelolaan keuangan keluarga dari dosen UBSI.

detak.co.id TANGSEL-Dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Jakarta menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa pelatihan dasar pengelolaan keuangan keluarga di Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu (18/10/2026).

Kegiatan bertema Pelatihan Dasar-Dasar Pengelolaan Keuangan untuk Keluarga Sejahtera ini menggandeng Komunitas Kampung Bebas Rentenir (KBR) Serpong Utara. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan literasi keuangan masyarakat agar mampu mengatur pendapatan rumah tangga sekaligus menghindari jeratan utang konsumtif.

Ketua Panitia Kegiatan, Isroni, MM, mengatakan, program tersebut merupakan bentuk penerapan tridarma perguruan tinggi yang menghubungkan kompetensi akademisi dengan kebutuhan masyarakat.

Menurut dia, kegiatan ini tidak hanya memberikan edukasi keuangan, tetapi juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi melalui penerapan keahlian dosen, keterlibatan mahasiswa, dan pemanfaatan hasil kegiatan oleh masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, dosen UBSI hadir untuk mengaplikasikan kepakaran manajemen secara langsung di tengah masyarakat, melibatkan mahasiswa dalam pengalaman empiris di lapangan, serta memastikan hasil karya dan modul pelatihan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” ujar Isroni.

Ketua KBR Serpong Utara, Nurhayati, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Ia menilai edukasi keuangan penting untuk membantu anggota komunitas membangun kemandirian ekonomi dan mengelola keuangan rumah tangga secara sehat.

“Komunitas Kampung Bebas Rentenir berkomitmen untuk mewujudkan lingkungan yang mandiri dan berdaya. Hadirnya tim dosen UBSI melalui pelatihan ini sangat membantu anggota kami dalam memahami cara mengelola keuangan rumah tangga dengan sehat, sehingga kita bisa bersama-sama terbebas dari jeratan utang lintah darat dan pinjaman online ilegal,” ungkap Nurhayati.

Ajarkan Strategi Mengelola Keuangan

Materi pelatihan disampaikan oleh Nurhadi, SE, MM. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan tahapan dasar menuju kebebasan finansial atau financial freedom yang dapat diterapkan secara bertahap sesuai kondisi keuangan keluarga.

Peserta diperkenalkan pada sejumlah langkah, mulai dari membangun dana darurat awal, melunasi utang dengan nominal terkecil terlebih dahulu melalui metode debt snowball, memperbesar dana darurat hingga setara tiga sampai enam kali pengeluaran bulanan, hingga menabung dan berinvestasi secara konsisten.

Selain itu, peserta dibekali keterampilan menyusun anggaran keluarga, membedakan utang produktif dan konsumtif, serta melakukan pencatatan keuangan rumah tangga secara sederhana.

Dalam sesi tanya jawab, salah seorang peserta, Kartini, menanyakan cara mengatur pendapatan bulanan yang terbatas agar kebutuhan keluarga tetap terpenuhi tanpa harus bergantung pada utang konsumtif.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Nurhadi menekankan pentingnya kedisiplinan dalam menyusun anggaran berdasarkan skala prioritas.

Ia menyarankan agar pendapatan yang diterima segera dialokasikan untuk kebutuhan pokok, kewajiban cicilan yang sehat, tabungan, dan dana darurat. Dengan demikian, pengelolaan keuangan tidak hanya mengandalkan sisa pendapatan setelah seluruh pengeluaran dilakukan.

Pencatatan keuangan secara rutin juga diperlukan agar keluarga dapat memantau arus kas, mengetahui pola pengeluaran, serta mengidentifikasi kebutuhan yang bisa dikurangi.

Dukung Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Kontribusi tersebut mencakup SDGs 1 tentang pengentasan kemiskinan melalui pengelolaan pendapatan dan pencegahan jeratan utang berbunga tinggi; SDGs 8 mengenai pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan literasi keuangan; serta SDGs 10 tentang pengurangan kesenjangan dengan memperluas akses edukasi bagi kelompok masyarakat rentan.

Melalui pelatihan ini, anggota Komunitas Kampung Bebas Rentenir Serpong Utara diharapkan mampu menerapkan perencanaan keuangan yang lebih terarah, meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga, serta menjadi contoh bagi komunitas lain dalam membangun kebiasaan keuangan yang sehat.