detak.co.id I BATU BARA – Kecelakaan laut terjadi di perairan Kuala Tanjung, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Sebuah kapal nelayan karam setelah dihantam ombak besar disertai angin kencang, Minggu (11/1/2026) siang.
Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan dua nelayan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya berhasil selamat.
Plt Kepala BPBD Kabupaten Batu Bara, Ilyas, melalui Koordinator Lapangan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, Eka Rahman, mengatakan laporan kejadian orang tenggelam diterima dari Desa Lalang pada Minggu siang.
Insiden tersebut terjadi di perairan Kuala Tanjung dan menyebabkan dua nelayan sempat dinyatakan hilang.
“Kapal nelayan tersebut dihantam ombak besar dan angin kencang sehingga menyebabkan para anak buah kapal terjatuh ke laut,” ujar Eka Rahman, Selasa (13/1/2026).
Ia menjelaskan, dalam insiden tersebut dua nelayan dinyatakan meninggal dunia, masing-masing bernama Muslihat (60), warga Dusun Pengajian, Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, serta Inyak (60), warga Simpang Mesjid Pekan Senin, Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara.
“Sementara satu orang nelayan yang selamat bernama Hanafi (40), warga Bedagai, Kabupaten Serdang Bedagai,” ungkapnya.
Setelah menerima laporan, tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Batu Bara bersama Basarnas, Polairud, TNI AL, PMI, serta dibantu masyarakat setempat langsung melakukan pencarian dan evakuasi di sekitar lokasi kejadian.
“Alhamdulillah, kedua korban atas nama Muslihat dan Inyak berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar Pantai Citra Kuala Tanjung, sekitar satu mil dari bibir pantai. Selanjutnya korban langsung diantar ke rumah duka,” jelas Eka Rahman.
Sebagai bentuk kepedulian, Bupati Batu Bara melalui BPBD Kabupaten Batu Bara memberikan bantuan berupa sembako dan tali asih kepada keluarga nelayan yang meninggal dunia serta kepada nelayan yang selamat akibat musibah sampan karam tersebut.
“Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh
Kepala BPBD Kabupaten Batu Bara, Ilyas,” hilangnya.
Sementara itu, Kanit Markas Polairud Batu Bara, Ipda Hendrico P Kaban, mengatakan sebanyak empat personel Polairud dikerahkan untuk membantu pencarian korban.
“Sejak dilaporkan hilang, personel Polairud langsung turun ke lokasi untuk melakukan pencarian,” paparnya.(ap).




















