Scroll untuk baca Berita

Pasang Iklan, Advertorial dan Kirim Release, click here
Daerah

Gubernur Andra Soni: Pemprov Banten Dukung Akses Perumahan Sehat dan Layak Huni Bagi MBR

8
×

Gubernur Andra Soni: Pemprov Banten Dukung Akses Perumahan Sehat dan Layak Huni Bagi MBR

Sebarkan artikel ini

detak.co.id, KAB. TANGERANG – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mendukung program pemerintah dalam memberikan akses perumahan yang sehat dan layak huni bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), termasuk penguatan ekosistem perumahan layak dan terjangkau.

“Pemerintah pusat dan pemerintah daerah berupaya menyediakan perumahan yang sehat dan layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ungkap Andra Soni saat menghadiri pembukaan Danantara Housing Expo 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Kabupaten Tangerang, Kamis (27/8/2026). 

Danantara Housing Expo 2026 berlangsung selama empat hari, 27 s.d 30 Agustus 2026. Pameran tersebut menghadirkan lebih dari 130 developer dengan pilihan hunian yang mencakup berbagai segmen, mulai dari MBR, keluarga, hingga segmen premium.

Pada kesempatan itu, Andra Soni meninjau langsung area pameran dan melihat berbagai pilihan hunian yang ditawarkan pengembang BUMN maupun swasta. Ia juga melihat rumah contoh serta berbagai fasilitas pembiayaan yang disiapkan bagi calon pembeli.

CEO Danantara Indonesia yang juga Menteri Investasi dan Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, penyelenggaraan expo merupakan bentuk dukungan Danantara bersama ekosistem BUMN terhadap Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.

“Expo ini merupakan wujud dukungan nyata terhadap Program 3 Juta Rumah,” ujar Rosan.

Ia menjelaskan, pameran tersebut dirancang untuk mempertemukan pasokan hunian, pembiayaan, dan masyarakat dalam satu ekosistem. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh pilihan rumah, tetapi juga akses terhadap skema pembiayaan yang lebih kompetitif.

“Kebutuhan rumah menjadi hal yang sangat prioritas,” katanya.

Menurut Rosan, Danantara bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman berkomitmen mendorong percepatan pembangunan rumah yang memenuhi standar kelayakan sekaligus dapat dijangkau masyarakat.

Pilihan hunian dalam expo memiliki rentang harga yang luas, mulai sekitar Rp120 juta hingga Rp2–3 miliar. Pengembang yang berpartisipasi dibagi dalam tiga zona, yakni First Home, Family Home, dan Premium Living, sehingga masyarakat dapat memilih hunian sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Dari ekosistem BUMN, sebanyak 12 developer membawa sekitar 16.559 unit dari 98 proyek yang tersebar di 23 provinsi. Total nilai inventori mencapai sekitar Rp9,79 triliun, terdiri atas 6.611 unit untuk MBR dan 9.948 unit non-MBR.

Dari sisi pembiayaan, bank-bank Himbara dan lembaga keuangan dalam ekosistem BUMN menawarkan sejumlah skema yang ditujukan untuk memudahkan masyarakat memiliki rumah. Di antaranya uang muka mulai 1 persen, suku bunga mulai 2,75 persen per tahun dengan skema sesuai ketentuan bank, serta tenor hingga 30 tahun.

Rosan menyebut berbagai kemudahan pembiayaan tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah.

“Yang paling penting adalah akses yang lebih mudah bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain pameran properti dan pembiayaan, Danantara Housing Expo 2026 juga dilengkapi berbagai program dan hadiah bagi pengunjung, antara lain apartemen, rumah, mobil dan motor listrik, kepingan emas, serta tiket perjalanan. Penyelenggara menargetkan lebih dari 50 ribu pengunjung selama empat hari pelaksanaan. Expo tersebut diharapkan menjadi ruang pertemuan antara masyarakat, pengembang, perbankan, BUMN, dan pelaku industri untuk memperkuat ekosistem perumahan nasional. (Zal)