detak.co.id Tangerang Selatan, 3 Februari 2026 — Unit usaha APP Group, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Tangerang Mill menerima kunjungan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor guna meninjau langsung praktik ketenagakerjaan, hubungan industrial, serta upaya peningkatan produktivitas di tingkat perusahaan.
Direktur PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk, Yan Partawidjaja menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi kehormatan sekaligus penguatan moral bagi manajemen dan seluruh karyawan.
Menurutnya, kehadiran pemerintah dinilai penting dalam mendorong praktik ketenagakerjaan yang adil, produktif, dan berkelanjutan.
Yan menjelaskan bahwa Tangerang Mill menjalankan operasional usaha dengan prinsip kepatuhan normatif, dialog sosial, serta peningkatan produktivitas.
“Saat ini, Tangerang Mill menyediakan 918 kesempatan kerja, dengan komitmen terhadap pemenuhan upah sesuai ketentuan, jaminan sosial ketenagakerjaan, perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja, serta hubungan industrial yang menghormati kebebasan berserikat sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama,” ujarnya.
Selain itu, perusahaan secara konsisten melakukan investasi pada pengembangan kapasitas pekerja melalui pelatihan teknis, penguatan soft skill, serta kolaborasi dengan institusi pendidikan dan program pemagangan.
“Produktivitas dan kesejahteraan pekerja bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan saling menguatkan dan harus berjalan beriringan,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menerangkan kedatangannya ke PT Indah Kiat Pulp & Paper Tangerang untuk melihat prestasi kerja yang baik.
“Pertama soal hubungan industrial antara manajemen dengan serikat pekerjanya tentunya dibangun dengan baik. Di sini ada sekitar 900 pekerja,” terangnya.
Kemudian, pihaknya menghimbau agar pembinaan dan pengawasan, terutama di K3, itu harus dipertahankan dan diperbaiki.
“Kebetulan juga saya dengan Dirjen Binwasnaker, persoalan K3 di sini baik ya, dan tentunya harus dipertahankan, dan ini hal-hal yang berkaitan dengan Kementerian Ketenagakerjaan,” jelasnya.
Lalu, dirinya melihat hubungan tenaga kerja dengan manajemen serikat pekerja di PT Indah Kiat baik, dan tentu PT Indah Kiat sudah melaksanakan regulasi sesuai dengan undang-undang.
”Penetapan soal UMP, UMK, kemudian soal jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatannya berjalan dengan baik,” paparnya.
Saat dirinya bertanya kepada sejumlah karyawan, ternyata sudah ada yang bekerja hingga 25 tahun di PT Indah Kiat. Meski begitu, dirinya melihat ada juga anak-anak Generasi Z yang sudah bekerja.
“Ini merupakan prestasi yang baik untuk PT Indah Kiat sebagai industri yang ada di Indonesia.
Melihat PT Indah Kiat, Wamenaker menyebut bisa menjadi barometer atau contoh perusahaan industri yang ada di Indonesia.
“Soal hubungan industrial, soal hubungan kerja, soal sistem ketenagakerjaan K3 Binwas-nya ya,” kata Wamenaker.
Kemudian, Wamenaker menekankan soal regulasi dan mengelola perusahaan itu harus memperhatikan wilayah sekitar.
“Jadi di sini juga pembinaan UMKM-nya juga ada, kemudian pembinaan terhadap masyarakat yang ada di wilayah perusahaan juga ada. Nah ini yang penting, dan ini mungkin harus diperhatikan menjadi contoh untuk perusahaan lain,” tutupnya.
Melalui kunjungan kerja ini, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Tangerang Mill berharap dapat memperoleh arahan dan masukan konstruktif dari Wakil Menteri Ketenagakerjaan, khususnya terkait penguatan kesempatan kerja, peningkatan produktivitas nasional, serta penyempurnaan praktik ketenagakerjaan yang adil dan berkelanjutan.
Kunjungan tersebut juga dihadiri oleh Wali Kota Tangerang Selatan, jajaran pemerintah daerah, serta manajemen internal perusahaan, dan diharapkan dapat menjadi awal dari kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, industri, dan pekerja demi menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang sehat dan berdaya saing.(***)










