Daerah

Lintas Sektoral di Banjar Matangkan Guna Pengamanan Mudik Lebaran 2026

6
×

Lintas Sektoral di Banjar Matangkan Guna Pengamanan Mudik Lebaran 2026

Sebarkan artikel ini

detak.co.id, KOTA BANJAR-Kepolisian Resor Banjar menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (6/3/2026) di Aula Rastra Sewakotama Polres Banjar, sebagai langkah strategis mematangkan pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah Kota Banjar.

Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., dan dihadiri oleh unsur Forkopimda serta berbagai instansi terkait. Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya perwakilan Pemerintah Kota Banjar yang diwakili oleh Sekretaris Daerah, perwakilan Kodim 0613/Ciamis, unsur TNI, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Kementerian Agama, jajaran pejabat utama Polres Banjar, para Kapolsek, serta perwakilan instansi vertikal, BUMN, BUMD, dan organisasi masyarakat di Kota Banjar.

Selain itu, turut hadir pula unsur stakeholder pendukung seperti perwakilan PT Jasa Raharja, PT PLN, Telkom, Bulog, BBWS Citanduy, pengelola terminal dan stasiun kereta api, pihak perbankan, hingga pengelola pusat perbelanjaan di Kota Banjar. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya sinergitas lintas sektor dalam mendukung pengamanan arus mudik Lebaran tahun ini.

Dalam sambutannya, Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro menegaskan bahwa Operasi Ketupat merupakan operasi kemanusiaan berskala nasional yang dilaksanakan setiap tahun untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat saat merayakan Idul Fitri. Oleh karena itu, diperlukan kesiapan maksimal dari seluruh pihak yang terlibat.

Kapolres Banjar menekankan pentingnya kolaborasi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif selama periode mudik dan balik Lebaran.

“Melalui rapat koordinasi lintas sektoral ini, kita ingin menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta mematangkan strategi pengamanan sehingga masyarakat dapat melaksanakan mudik dan merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan lancar,” ujar Kapolres Banjar.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Banjar yang mewakili Wali Kota Banjar menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Banjar siap memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026. Dukungan tersebut meliputi penyediaan sarana prasarana, penguatan koordinasi lintas instansi, hingga keterlibatan perangkat daerah dalam mendukung kelancaran arus mudik di wilayah Kota Banjar.

Dalam rapat tersebut juga dipaparkan berbagai kesiapan dari instansi terkait. Kabag Ops Polres Banjar menjelaskan timeline pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang akan berlangsung mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Dalam operasi tersebut, Polres Banjar akan menyiapkan sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan guna memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Dinas Perhubungan Kota Banjar memaparkan rencana pengendalian lalu lintas selama arus mudik dan balik Lebaran, termasuk penyiapan jalur alternatif, lokasi titik rawan kemacetan, serta ketersediaan SPBU dan SPKLU di wilayah Kota Banjar. Sementara itu, BPBD Kota Banjar memaparkan potensi kerawanan bencana di jalur mudik serta langkah mitigasi menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem selama periode libur Lebaran.

Dinas Kesehatan Kota Banjar juga menyampaikan kesiapan layanan kesehatan dengan menyiapkan pos pelayanan kesehatan di sejumlah titik strategis. Pos tersebut akan dilengkapi tenaga medis, sarana kesehatan, serta fasilitas pemeriksaan kesehatan bagi pemudik yang membutuhkan layanan medis selama perjalanan.

Selain itu, Bulog memastikan ketersediaan stok beras dan pangan pokok dalam kondisi aman selama periode Ramadhan dan Idul Fitri. Sedangkan Dinas PUPR Kota Banjar memastikan kondisi jalan utama maupun jalur alternatif dalam kondisi siap digunakan untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas selama musim mudik.

Kementerian Agama Kota Banjar turut menyampaikan kesiapan layanan keagamaan, termasuk program masjid ramah pemudik yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebag