Detak.co.id I TEBING TINGGI – Pemerintah Kota Tebing Tinggi terus memperkuat upaya percepatan penanggulangan penyakit menular, khususnya Tuberkulosis (TBC) dengan meluncurkan inovasi baru bernama “Pintu Radiasi” atau Pusat Investigasi dan Temukan Kasus TBC dengan Radiografi Aktif di Lokasi.
Inovasi tersebut diperkenalkan secara resmi dalam rangkaian Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Pencegahan TBC yang digelar di Lapangan Kantor Camat Rambutan, Jalan Gunung Leuser.
Melalui program ini, proses diagnosis TBC yang sebelumnya membutuhkan waktu hingga dua minggu kini dapat dipercepat menjadi hanya dua hari.
Program “Pintu Radiasi” mengusung tagline “Layanan X-Ray Datang, TB Kita Berantas” dengan menghadirkan layanan screening X-ray portable langsung ke tengah masyarakat.
Wali Kota Tebing Tinggi, Iman Irdian Saragih, memberikan apresiasi atas terobosan tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat melalui penguatan Germas serta percepatan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular.
“Kami berkomitmen memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian TBC melalui peningkatan layanan kesehatan, edukasi masyarakat, penemuan kasus secara aktif, serta pendampingan pengobatan secara tuntas,” ujarnya.
Wali Kota turut memberikan apresiasi kepada para kader posyandu dan kader Germas yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Menurutnya, keberadaan kader memiliki peran penting dalam menjalankan program kesehatan pemerintah meski insentif yang diterima masih terbatas.
“Kader posyandu merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Pemerintah Kota Tebing Tinggi akan terus memberikan perhatian terhadap kesejahteraan kader,” katanya.
Wali Kota juga menyoroti masih tingginya kasus TBC yang menjadi perhatian serius pemerintah. Ia menyebut satu penderita TBC yang tidak menjalani pengobatan secara tuntas dapat menularkan penyakit kepada 10 hingga 15 orang di sekitarnya.(ap).











