detak.co.id KOTA BANJAR-Upacara bendera di SMKN 3 Banjar, Senin (21/9/2026), menjadi ruang bagi Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, untuk berbicara langsung dengan para pelajar tentang persoalan yang semakin dekat dengan kehidupan mereka: media sosial, pergaulan dan keselamatan di jalan raya.
Kapolres hadir sebagai Inspektur Upacara (Irup) dalam kegiatan Police Goes to School, yang menjadi bagian dari rangkaian Ruang Riung Kamtibmas Polres Banjar. Kegiatan tersebut digelar serentak di SMA/SMK se-Kota Banjar dengan melibatkan Kapolres dan para Pejabat Utama (PJU) Polres Banjar.
Di SMKN 3 Banjar, kegiatan diikuti para siswa, guru dan jajaran sekolah. Sekolah tersebut saat ini memiliki sebanyak 1.993 siswa.
Pada waktu yang sama, sejumlah PJU Polres Banjar juga turun langsung ke sekolah lainnya. Kabag Ops Polres Banjar Kompol Cucu Juhana, A.K.S., hadir di SMKN 2 Banjar, sedangkan Kabag SDM Polres Banjar AKP Hadi Winarso, S.Sos., M.H., berada di SMAN 3 Banjar. Sementara Kasat Reskrim Polres Banjar IPTU Pramono Adi Sayang Buana, bertindak sebagai Irup di SMK Pasundan 1 Banjar.
Kehadiran jajaran Polres Banjar di sekolah-sekolah tersebut bukan sekadar mengikuti upacara. Pesan yang dibawa menyentuh langsung kehidupan pelajar, khususnya bagaimana mereka menghadapi derasnya arus informasi di media sosial.
Kapolres Banjar mengingatkan bahwa masa remaja merupakan fase penting dalam pencarian jati diri. Pada fase tersebut, keinginan untuk mendapatkan pengakuan dari lingkungan dapat membuat seseorang lebih mudah mengikuti tren atau perilaku yang sedang ramai di media sosial.
“Media sosial harus digunakan secara bijak. Jangan sampai keinginan mendapatkan perhatian, pengakuan atau mengikuti tren justru membawa kita kepada perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” pesan Kapolres.
Ia juga mengingatkan para pelajar agar tidak mudah terpancing oleh konten yang mengarah pada penghinaan, perundungan, provokasi maupun kekerasan. Perselisihan yang bermula dari komentar atau unggahan di media sosial jangan sampai berlanjut menjadi persoalan di dunia nyata.
“Jangan sampai media sosial menjadi tempat mencari musuh atau menjadi pintu masuk ke tindakan kekerasan. Kalau menemukan konten yang mengarah pada tawuran, provokasi atau kekerasan, jangan ikut menyebarkan dan jangan ikut terpancing,” tegasnya.
Kapolres kemudian mengajak para siswa lebih berhati-hati sebelum memberikan komentar, membagikan konten maupun mengikuti ajakan yang beredar di media sosial. Teknologi seharusnya dimanfaatkan untuk belajar, berkarya dan mengembangkan potensi, bukan menjadi pintu masuk menuju perilaku yang merugikan.
Pesan lain yang disampaikan adalah soal keselamatan berlalu lintas. Pelajar yang menggunakan sepeda motor diminta selalu mengenakan helm, mematuhi aturan lalu lintas serta tidak menggunakan knalpot brong atau knalpot bising yang dapat mengganggu pengguna jalan lainnya.
Rangkaian Police Goes to School ini menjadi salah satu cara Polres Banjar membangun komunikasi langsung dengan generasi muda. Dengan hadir di sekolah, kepolisian dapat menyampaikan pesan pencegahan sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih dekat dengan para pelajar.
Dari lapangan upacara di SMKN 3 Banjar hingga sekolah-sekolah lainnya, pesan yang dibawa jajaran Polres Banjar mengarah pada satu hal: pelajar boleh mengikuti perkembangan zaman, tetapi tetap harus mampu mengendalikan diri, menyaring informasi, menjauhi kekerasan, menjaga pergaulan dan mengutamakan keselamatan saat berada di jalan raya. **











