detak.co.id TANGSEL-Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) mengusulkan RAPBD 2027 sebesar Rp4,96 triliun. Dari total belanja itu, Rp2,27 triliun atau 45,85 persen dialokasikan untuk infrastruktur pelayanan publik. Rancangan tersebut disampaikan Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie dalam rapat paripurna bersama DPRD Tangsel, Kamis (10/9/2026).
Benyamin mengatakan RAPBD 2027 disusun berdasarkan RPJMD Tangsel 2025-2029. Prioritas pembangunan meliputi penguatan sumber daya manusia, ekonomi daerah, tata kelola pemerintahan, serta pembangunan kota yang berketahanan dan berkelanjutan.
“Prioritas pembangunan Kota Tangerang Selatan Tahun 2027 selaras dengan prioritas pembangunan Provinsi Banten dan nasional, serta diharapkan mampu menjawab permasalahan dan isu strategis Kota Tangerang Selatan,” kata Benyamin.
Pendapatan daerah diproyeksikan mencapai Rp4,576 triliun. PAD menjadi sumber terbesar dengan target Rp3,264 triliun, terdiri atas pajak daerah Rp2,964 triliun dan retribusi daerah Rp167,39 miliar.
Sementara itu, pendapatan transfer ditargetkan Rp1,312 triliun. Rinciannya, transfer pemerintah pusat Rp1,036 triliun dan transfer antardaerah Rp275,47 miliar.
Belanja daerah dialokasikan sebesar Rp4,960 triliun. Belanja operasi mendapat porsi terbesar, yakni Rp3,747 triliun, sedangkan belanja modal mencapai Rp1,138 triliun.
Belanja modal antara lain digunakan untuk pembangunan jalan, jaringan, dan irigasi sebesar Rp641,54 miliar serta gedung dan bangunan Rp361,42 miliar.
Pemkot Tangsel juga mengalokasikan Rp999,22 miliar atau 20,14 persen belanja daerah untuk sektor pendidikan.
Untuk menutup defisit, Pemkot Tangsel merancang penerimaan pembiayaan Rp383,26 miliar yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA).
Benyamin berharap pembahasan RAPBD 2027 bersama DPRD segera rampung dan disepakati. Selanjutnya, rancangan APBD akan disampaikan kepada Gubernur Banten untuk dievaluasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (Dra)











