detak.co.id TANGERANG — Maraknya truk berhenti di bahu jalan tol diduga berhenti karena adanya penjual kopi lendot disepanjang jalan tol dari dan menuju jalan tol Jakarta-Merak, akibatnya mengganggu keselamatan pengguna jalan tol Jakarta-Merak.
” Harus dua – duanya ditertibkan, baik mobil truk atau penjual kopi lendot,”kata warga Balaraja yang enggan disebutkan namanya, Senin (7/9/2026).
Selain menggangu keselamatan berlalulintas, keberadaan penjual kopi lendot yang didominasi oleh wanita berdandan sexsi ini jelas merusak moral, akibatnya generasi muda akan rusak akhlaknya, karena disinyalir hanya berkedok jualan kopi tapi kadang ada yang menjajakan diri dengan pengendara truk.
” Petugas harus melakukan action dengan menilang truk dan menertibkan penjual kopi lendot,”tandanya.
Sebelumnya diberitakan, Usai kecelakaan lalulintas yang menimpa Kyai kondang asal Kabupaten Tangerang KH Pudoli di Jalan Tol Jakarta Merak yang diduga akibat membentur truk yang berhenti dibahu jalan, lembaga swadaya masyarakat ( LSM) mendesak agar Kepolisian menindak tegas truk yang kerap berhenti dibahu jalan.
Desakan agar petugas jalan tol tegas kepada pengemudi truk dikatakan ketua DPP LSM KOMPPI Usrah kepada awak media Senin (7/9/2026), menurutnya saat ini banyak truk yang dengan sengaja berhenti dibahu jalan sepanjang KM 63 hingga KM 40 dari dan menuju Jakarta ataupun sebaliknya, padahal menurut aturan seharusnya tindakan tegas dengan melakukan tilang harus dilakukan agar pengemudi mempunyai efek jera dan tidak mengulangi lagi.
” Kami menduga adanya pembiaran sehingga pengemudi truk tidak takut terhadap petugas,”terangnya.











