detak.co.id TANGSEL-Anagata Beyond Textile berkolaborasi dengan Konveksi Hub dalam kegiatan Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa Nasional 2026 (LKMM Nasional 2026) yang digelar Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Kolaborasi ini bertujuan mendorong lahirnya generasi dokter preneur, yakni dokter yang tidak hanya unggul secara klinis, tetapi juga visioner dalam mengembangkan inovasi dan bisnis di sektor kesehatan.
Mengusung tema innovation meets healthcare entrepreneurship, Anagata dan Konveksi Hub menghadirkan sesi berbagi wawasan mengenai peluang pengembangan atribut medis, merchandise kesehatan, hingga inovasi scrub dan kebutuhan tekstil industri kesehatan berbasis kolaborasi strategis.
Chief Technology Officer Konveksi Hub, Aswin Bimo Subandoro, menyampaikan bahwa mahasiswa kedokteran perlu memahami luasnya ekosistem industri kesehatan.
“Industri kesehatan tidak hanya berfokus pada pelayanan klinis, tetapi juga mencakup pengembangan produk, professional branding, serta inovasi material medis,” kata Aswin, Kamis (19/2/2026).
Sebagai perusahaan tekstil medis berteknologi antivirus pertama di Indonesia, Anagata menekankan pentingnya kualitas, fungsi, dan positioning produk dalam menunjang profesionalisme tenaga kesehatan.
Sementara itu, Konveksi Hub memberikan perspektif terkait proses produksi, personalisasi produk, serta peluang kolaborasi bisnis yang dapat dibangun sejak mahasiswa masih menempuh pendidikan.
Melalui forum ini, peserta LKMM Nasional 2026 memperoleh pemahaman komprehensif mengenai potensi pengembangan personal branding tenaga medis melalui atribut profesional, inovasi desain dan material scrub medis yang ergonomis, peluang kolaborasi antara tenaga kesehatan dan industri tekstil medis, serta strategi membangun bisnis berbasis kebutuhan industri kesehatan.
CEO Anagata Textile, Dian Chrisna Murti, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam menjembatani dunia akademik, industri, dan kewirausahaan kesehatan.
“Harapannya, mahasiswa kedokteran tidak hanya menjadi tenaga medis yang kompeten, tetapi juga inovator dan entrepreneur yang mampu menciptakan nilai tambah bagi ekosistem kesehatan,” pungkasnya.




















