Detak.co.id | SERDANG BEDAGAI – Kapolres Serdang Bedagai (Sergai), AKBP Sah Udur Sitinjak, menggelar silaturahmi bersama jurnalis yang tergabung dalam Wartawan Mitra Humas Polres Serdang Bedagai. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Mapolres Sergai, Kamis (1/10/2026).
Silaturahmi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan sinergitas antara jajaran kepolisian dengan insan pers dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Dalam kesempatan itu, AKBP Sah Udur Sitinjak memperkenalkan diri sekaligus membuka ruang komunikasi kepada para wartawan untuk menyampaikan saran, pendapat maupun kritik terkait pelaksanaan tugas kepolisian.
“Silakan rekan-rekan menyampaikan apa yang menjadi kendala saat ini, apa yang menjadi saran dan pendapat. Mungkin ini sebagai awalan dari saya,” ujar AKBP Sah Udur.
Menurutnya, Polres Sergai dalam menjalankan tugas merupakan bagian dari institusi kepolisian yang bekerja berdasarkan perintah dan aturan yang berlaku. Personel kepolisian juga siap ditempatkan dan bertugas di mana saja sesuai dengan kebutuhan organisasi.
“Kami di sini melaksanakan tugas sebagai kepolisian. Kami siap ditempatkan di mana saja. Tugas yang kami kerjakan adalah tugas-tugas yang mendukung program pemerintah,” katanya.
Ia menegaskan, dirinya bersama jajaran tidak memiliki kepentingan untuk membesarkan nama pribadi. Menurutnya, yang harus dibangun adalah nama institusi dan kepercayaan masyarakat terhadap Polres Serdang Bedagai.
“Tidak pernah ada keinginan kami untuk membesarkan nama kami. Tetapi yang kami besarkan adalah Polres Serdang Bedagai saat ini. Ketika nanti kami pindah ke tempat lain, yang kami besarkan adalah tempat di mana kami bertugas,” tegasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolres juga menyampaikan bahwa pihaknya terbuka terhadap kritik dari media. Namun, ia berharap setiap kritik yang disampaikan tetap mengedepankan etika serta berdasarkan fakta dan aturan yang berlaku.
“Kami siap dikritik. Tetapi cara mengkritik ini saya minta tolong pastilah ada etikanya,” ujarnya.
Ia menilai, wartawan merupakan salah satu bagian dari kontrol sosial terhadap kinerja kepolisian. Karena itu, komunikasi yang baik antara polisi dan media dinilai penting agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Kami juga diawasi oleh banyak pihak, baik dari internal kepolisian seperti Propam maupun pengawasan eksternal. Ada Ombudsman, Komnas HAM dan lainnya. Rekan-rekan media juga sebagai bagian dari pengawasan itu,” jelasnya.
AKBP Sah Udur meminta agar kritik terhadap kepolisian disampaikan berdasarkan dasar dan fakta yang jelas. Ia mencontohkan dalam proses penyelidikan maupun penyidikan terdapat tahapan dan mekanisme yang harus dijalankan oleh penyidik.
Menurutnya, terkadang muncul pertanyaan dari media terkait pihak-pihak yang hadir dalam gelar perkara. Ia berharap persoalan tersebut dapat dikomunikasikan sehingga tidak terjadi miskomunikasi.
“Kalau kami dikritik, tolong dasarnya sesuai. Kami pasti punya dasar. Contohnya dalam melaksanakan kegiatan penyelidikan, ketika naik dari penyelidikan ke penyidikan ada gelar perkara. Hal-hal seperti itu terkadang perlu kita komunikasikan bersama,” katanya.
Ia berharap kritik yang disampaikan media tidak sekadar mencari kesalahan, melainkan menjadi masukan untuk memperbaiki kinerja kepolisian.
“Daripada seperti itu, lebih bagus langsung ke poinnya. Kalau ada persoalan, mari kita komunikasikan dan bahas bersama,” ungkapnya.
Kapolres Sergai juga mengajak wartawan untuk membangun hubungan komunikasi yang terbuka dan saling menghormati, sehingga setiap persoalan yang muncul dapat diselesaikan dengan baik.
“Semoga hubungan jurnalis tergabung dalam. WMHPS tetap terjalin dengan Polres Serdang Bedagai,” bilangnya. (ap).
Teks foto: Kapolres Serdang Bedagai (Sergai), AKBP Sah Udur Sitinjak, menggelar silaturahmi bersama jurnalis yang tergabung dalam WMHPS.











