TANGERANG, detak.co.id— Respons cepat Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid dalam menangani rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga Desa Gunung Kaler, Kecamatan Gunung Kaler, mendapat apresiasi dari Ketua Umum Lembaga Ilmu Hukum Indonesia Bersatu (Lesim), Mursalin.
Diketahui, kunjungan Bupati Maesyal Rasyid ke lokasi RTLH tersebut dilakukan usai dirinya melaksanakan monitoring dan evaluasi persiapan kunjungan kerja Presiden RI Prabowo Subianto yang dijadwalkan pada 15 Agustus 2026.
Sebelumnya, Bupati Tangerang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan lintas sektoral melaksanakan rapat di Desa Patrasana, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang. Rapat tersebut membahas berbagai persiapan untuk memastikan rangkaian kunjungan kerja Presiden RI dapat berlangsung dengan lancar, tertib dan aman.
Usai agenda tersebut, Bupati Maesyal Rasyid kemudian melanjutkan kegiatan dengan meninjau langsung kondisi RTLH milik pasangan suami istri Rio Febriansyah dan Lelah di Desa Gunung Kaler yang mengalami kerusakan akibat diterjang angin puting beliung.
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Tangerang tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Dalam kunjungan itu, Bupati didampingi Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang H. Iwan Firmansyah, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Bambang Sapto, Direktur Utama Perumdam, jajaran kecamatan hingga kepala desa.
Mursalin mengapresiasi langkah cepat Bupati Tangerang yang tetap menyempatkan diri melihat kondisi masyarakat setelah menjalankan agenda pemerintahan yang cukup padat.
Menurutnya, respons tersebut menunjukkan bahwa persoalan masyarakat tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Begitu menerima laporan dari teman-teman media mengenai kondisi RTLH di wilayah Gunung Kaler dan sekitarnya, Pak Bupati langsung merespons. Setelah melihat langsung kondisi warga, beliau segera memberikan instruksi agar rumah tersebut segera dibangun,” ujar Mursalin.
Ia menilai perhatian tersebut sangat berarti bagi keluarga Rio Febriansyah dan Lelah yang memiliki empat orang anak yang masih berusia kanak-kanak dan balita.
“Kondisinya memang sangat memprihatinkan. Mereka memiliki anak-anak yang masih kecil dan harus menghadapi kondisi rumah yang rusak akibat musibah. Karena itu, kehadiran pemerintah sangat dibutuhkan,” katanya.
Mursalin menegaskan, instruksi Bupati agar rumah tersebut segera dibangun kembali merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Pak Bupati tidak berpikir terlalu lama. Setelah melihat kondisi di lapangan, langsung memberikan instruksi agar segera dibangun sehingga pasangan suami istri ini bersama anak-anaknya dapat kembali menempati rumah yang layak, aman dan sehat,” tegasnya.
Ia berharap pembangunan RTLH tersebut dapat segera direalisasikan dan berjalan sesuai harapan, sehingga keluarga tersebut dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan nyaman.
“Ini bukan hanya soal membangun rumah, tetapi menyangkut kemanusiaan. Ketika masyarakat tertimpa musibah, pemerintah hadir memberikan solusi. Ini yang patut kita apresiasi,” pungkas Mursalin.
Respons cepat tersebut juga menjadi gambaran pentingnya sinergi antara masyarakat, media dan pemerintah. Informasi mengenai kondisi warga yang disampaikan melalui berbagai pihak dapat menjadi bahan bagi pemerintah untuk mengambil langkah penanganan secara cepat dan tepat.











