TANGSEL, detak.co.id – Duel miring sebelah terjadi pada putaran pertama Pakujaya Cup XL 2026. Kesebelasan HOKY FC tampil dominan saat menghadapi PEJE FC di Stadion Mini Pakujaya, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu (26/4/2026).
Sejak awal pertandingan, HOKY FC yang diperkuat Budi Gol, Akbar Eka, Aulia Rahman, Reksi, Aris, dan Bule di lini depan, langsung menekan pertahanan PEJE FC.
Dominasi tersebut membuat PEJE yang mengandalkan Andre di bawah mistar, serta Rifqi, Hadi, dan Yoga di lini belakang, nyaris tak memiliki ruang untuk mengembangkan permainan.
Dalam laga berdurasi 2 x 30 menit itu, HOKY hampir membuka keunggulan saat pertandingan baru berjalan satu menit. Kesalahan pemain belakang PEJE berhasil dimanfaatkan Reksi, namun sepakannya masih melebar dari sasaran.
Serangan bertubi-tubi yang dilancarkan HOKY FC, memaksa kiper Andre bekerja ekstra keras mengamankan gawangnya. Namun, solidnya pertahanan PEJE akhirnya runtuh. Aulia Rahman sukses memanfaatkan bola di depan gawang dan membawa HOKY unggul 1-0.
Usai gol pembuka tersebut, determinasi pemain HOKY kian meningkat. Andre kembali harus memungut bola dari dalam gawangnya sendiri setelah Aulia Rahman mencetak gol keduanya.
Gol tersebut tercipta akibat kesalahan antisipasi pemain PEJE yang berujung pada keberhasilan Aulia mencuri bola. Brace Aulia Rahman membawa HOKY FC unggul 2-0.
Meski sudah unggul dua gol dibabak pertama, HOKY FC tetap tampil menyerang ke gawang PEJE yang berada di sebelah selatan Stadion Mini Pakujaya. Situasi ini bahkan sempat memancing komentar dari komentator turnamen, Wahyu Ardiansyah.
“Apakah Stadion Mini Pakujaya miring ke sebelah selatan? Karena pemain HOKY begitu leluasa mengalirkan bola ke pertahanan PEJE,” ujar Wahyu melalui pengeras suara stadion, bertepatan dengan itu, wasit Dayat Kojek meniup peluit jeda istirahat.
Memasuki babak kedua, jalannya pertandingan tidak banyak berubah. HOKY FC tetap menguasai jalannya permainan, meski lebih banyak memainkan bola dari kaki ke kaki.
Sementara itu, PEJE FC sesekali mampu menembus pertahanan HOKY melalui Tedy, Bim Bim, Kiki, dan Bogel, namun penyelesaian akhir mereka selalu kandas di lini belakang HOKY yang dikawal duet Abil dan Gumarang.
Kedua tim sempat melakukan rotasi pemain, namun hingga peluit panjang dibunyikan, tak ada tambahan gol tercipta. Keunggulan dua gol di babak pertama sudah cukup membawa HOKY FC melaju ke babak 32 besar, di mana mereka akan menghadapi pemenang laga antara Ponser FC dan Persada FC.
Manajer HOKY FC, Hendri Pitoy, mengapresiasi perjuangan anak asuhnya meski gagal menambah gol di babak kedua.
“Alhamdulillah, HOKY bisa lolos dan melaju ke 32 besar. Di babak kedua kami mencoba menambah gol, tetapi PEJE mampu merapatkan barisan,” ungkap Hendri Pitoy usai laga.
Tanpa mengesampingkan tim – tim lain yang sama – sama mematok target juara, berbekal modal kemenangan tersebut, Hendri Pitoy mulai membidik target tinggi di turnamen ini.
“Mungkin bukan hanya HOKY yang menargetkan juara, semua tim pasti punya ambisi. Tapi kami sudah mempersiapkan tim sejak sebelum turnamen dimulai. Insya Allah, di babak berikutnya persiapan tim kami akan lebih matang,” jelasnya.
Sementara itu, laga putaran pertama lainnya yang akan digelar pada Senin besok (27/4/2026). Nitro FC, tim selebritas Indonesia yang didirikan artis Vicky Nitinegoro, akan tampil menghadapi kesebelasan Always Ready FC dari Leuwiliang, Kabupaten Bogor.











