Daerah

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Guru Bikin DPRD Tangsel Geram, Minta Pelaku Dihukum Berat

7
×

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Guru Bikin DPRD Tangsel Geram, Minta Pelaku Dihukum Berat

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Tangsel tengah menggelar RDP terkait adanya dugaan pelecehan seksual oknum guru kepada siswa di salah satu sekolah dasar di Tangsel.

detak.co.id TANGSEL-Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum guru berinisial YP (54) terhadap sejumlah siswa di salah satu sekolah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menuai kecaman keras dari DPRD Kota Tangsel.

Perkara tersebut bahkan telah dibahas di lingkungan DPRD dan memicu keprihatinan mendalam dari para wakil rakyat.

Ketua Komisi II DPRD Kota Tangsel, Ricky Yuanda Bastian, menilai dugaan pelecehan seksual oleh tenaga pendidik terhadap anak didiknya merupakan tindakan yang tidak bisa ditoleransi.

“Ini sudah luar biasa tidak normal. Kejadiannya sangat memprihatinkan dan membuat kita semua geram,” kata Ricky usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPRD Tangsel, Senin (26/1/2026).

Ia menegaskan, DPRD mendorong aparat penegak hukum agar memproses kasus tersebut secara tegas sesuai aturan hukum yang berlaku. Menurutnya, pelaku harus mendapatkan hukuman maksimal agar memberikan efek jera.

“Secara aspirasi, kami berharap hukum ditegakkan setegas-tegasnya. Kalau bisa, semaksimal-maksimalnya hukuman itu dijatuhkan,” tegasnya.

Meski demikian, Ricky menyebut bahwa proses hukum tetap harus berjalan sesuai mekanisme negara hukum, termasuk pembuktian dan dasar putusan yang sah.

Terkait informasi adanya dugaan tindakan lebih jauh dalam kasus tersebut, Ricky mengaku belum menerima hasil resmi pemeriksaan medis.

“Kalau soal visum, saya belum tahu persis. Itu nanti ditanyakan ke Polres. Informasi yang saya dapat sejauh ini tidak ada penetrasi. Namun ada dugaan tindakan seperti foto-foto, sentuhan, hingga oral. Tapi pastinya nanti menunggu keterangan resmi kepolisian,” jelasnya.

Ricky juga mengungkapkan bahwa jumlah korban dalam kasus tersebut diduga terus bertambah. “Informasi terakhir yang saya terima jumlah korban sekitar 29 orang. Tapi angka pastinya tetap harus dikonfirmasi ke pihak kepolisian,” katanya.

Saat ini, DPRD Kota Tangsel menunggu perkembangan penyelidikan dari aparat kepolisian dan berharap kasus ini diusut secara transparan demi perlindungan anak serta keadilan bagi para korban.