Scroll untuk baca Berita

Pasang Iklan, Advertorial dan Kirim Release, click here
Olahraga

Piala Dunia 2026: Korea Selatan Tumbangkan Ceko 2-1 Melalui Aksi Comeback Dramatis

7
×

Piala Dunia 2026: Korea Selatan Tumbangkan Ceko 2-1 Melalui Aksi Comeback Dramatis

Sebarkan artikel ini
Piala Dunia 2026: Korea Selatan Tumbangkan Ceko 2-1 Melalui Aksi Comeback Dramatis

detak.co.id, BOLA — Tim nasional Korea Selatan sukses mengamankan tiga poin penting setelah menumbangkan Republik Ceko dengan skor 2-1 pada laga perdana Grup A Piala Dunia 2026.

Bertanding di Estadio Guadalajara, Meksiko, pada Jumat (12/6) pagi WIB, skuad Taegeuk Warriors harus bersusah payah membalikkan keadaan setelah tertinggal lebih
dulu.
Pertandingan berjalan alot sejak menit awal akibat faktor ketinggian stadion yang mencapai 1.500 meter di atas permukaan laut.

Republik Ceko berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-59 lewat sundulan akurat sang kapten, Ladislav Krejčí. Tertinggal satu gol memicu respons cepat dari anak-anak asuh Korea Selatan.Hanya berselang delapan menit, gelandang Hwang In-beom sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah mengecoh penjaga gawang Ceko.

Momentum kebangkitan Korsel mencapai puncaknya pada menit ke-80 ketika penyerang pengganti, Oh Hyeon-gyu, mencetak gol penentu kemenangan sekaligus mengunci skor menjadi 2-1.

Dengan hasil positif ini, Korea Selatan kini menduduki peringkat kedua klasemen sementara Grup A. Mereka menempel ketat tuan rumah Meksiko yang berada di posisi puncak berkat keunggulan selisih gol.Perkuat Hubungan Bilateral Lewat Sektor NuklirDi luar lapangan hijau, hubungan bilateral antara Korea Selatan dan Republik Ceko juga terus menunjukkan tren positif.

Bersamaan dengan momentum Piala Dunia, pemerintah kedua negara dilaporkan tengah memperkuat kerja sama strategis melalui pembentukan badan konsultasi tingkat menteri. Langkah ini diambil untuk mengawal megaproyek Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Dukovany di Ceko.Proyek bernilai Rp279,7 triliun tersebut digarap oleh Korea Hydro & Nuclear Power (KHNP) yang telah memenangkan hak negosiasi eksklusif.

Sinergi antara Kementerian Perindustrian kedua negara diharapkan mampu memperlancar rantai pasok dan mempercepat proses konstruksi infrastruktur energi bersih tersebut di Eropa.