Scroll untuk baca Berita

Pasang Iklan, Advertorial dan Kirim Release, click here
Daerah

Polres Banjar Dorong Kampung Randegan Jadi Role Model Tertib Lalu Lintas

8
×

Polres Banjar Dorong Kampung Randegan Jadi Role Model Tertib Lalu Lintas

Sebarkan artikel ini

detak.co.id KOTA BANJAR-Budaya tertib berlalu lintas tidak selalu lahir dari jalan besar dengan lampu merah dan marka yang lengkap. Di Kota Banjar, Polres Banjar mencoba membangun kebiasaan itu dari lingkungan warga, tepatnya di Kampung Randegan II, Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja.

Kamis (20/8/2026), kawasan tersebut menjadi perhatian dalam penilaian Kampung Tertib Lalu Lintas. Tim Ditlantas Polda Jabar bersama jajaran terkait turun langsung melihat bagaimana masyarakat, perangkat desa dan unsur lainnya membangun lingkungan yang lebih sadar keselamatan.

Sejak rombongan tiba di gapura kampung, suasana berbeda langsung terasa. Polisi Cilik dan kesenian lokal menyambut kedatangan tim penilai. Setelah itu, rombongan berjalan kaki menyusuri kawasan untuk melihat berbagai fasilitas dan aktivitas yang menjadi bagian dari Kampung Tertib Lalu Lintas.

Bagi Polres Banjar, program ini bukan sekadar mengejar penilaian. Kampung Tertib Lalu Lintas diposisikan sebagai ruang untuk membentuk kebiasaan. Mulai dari memakai helm, tertib parkir, mengenali rambu hingga membangun kepedulian warga terhadap keselamatan sesama pengguna jalan.

Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, hadir langsung dalam rangkaian kegiatan tersebut. Ia melihat Kampung Randegan II memiliki peluang besar menjadi contoh bagi wilayah lain, karena budaya keselamatan akan lebih kuat ketika tumbuh dari kesadaran warga sendiri.

“Randegan II kami harapkan menjadi role model. Ini bukan hanya soal kelengkapan fasilitas, tetapi bagaimana membentuk masyarakat yang selalu waspada dan mengutamakan keselamatan dalam berlalu lintas,” ujar Kapolres Banjar.

Pesan itu kemudian terlihat dalam keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah desa, perangkat wilayah, masyarakat dan Polres Banjar bergerak dalam satu kepentingan. Masing-masing memiliki peran menjaga agar kawasan yang sudah dibangun tetap tertib dan tidak berhenti setelah kegiatan penilaian selesai.

Tim penilai Ditlantas Polda Jabar pun memberikan apresiasi terhadap dukungan yang ditunjukkan Polres Banjar dan masyarakat. Kehadiran langsung Kapolres dinilai menjadi salah satu kekuatan dalam membangun komitmen bersama di kawasan tersebut.

“Dari beberapa Polres yang kami kunjungi, Banjar luar biasa. Salah satu nilai besarnya adalah pimpinan turun langsung. Dukungan pimpinan dan masyarakat sudah bagus, tinggal bagaimana masyarakat terus menjaga Kampung Tertib Lalu Lintas ini,” ujar Tim Penilai Ditlantas Polda Jabar.

Penilaian tidak hanya melihat tampilan kawasan. Infrastruktur dan fasilitas keselamatan, perilaku warga, kepatuhan menggunakan helm, ketertiban parkir, edukasi lalu lintas serta partisipasi RT, RW dan perangkat desa ikut menjadi bagian yang diperhatikan.

Di sisi lain, kehadiran Kampung Tertib Lalu Lintas juga membawa pesan yang lebih luas. Keselamatan di jalan tidak cukup dibebankan kepada pengguna kendaraan atau petugas di lapangan. Keselamatan membutuhkan ekosistem, mulai dari keluarga, lingkungan tempat tinggal hingga pemerintah dan institusi yang hadir memberikan edukasi.

Kepala Desa Raharja menyebut penetapan Dusun Randegan II sebagai Kampung Tertib Lalu Lintas menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi masyarakat. Warga berharap kawasan tersebut dapat menjadi contoh bagi kampung dan desa lain di Kota Banjar.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan peresmian Kampung Tertib Lalu Lintas Kampung Randegan dan pemasangan helm kepada masyarakat. Dari sebuah kampung, Polres Banjar ingin membangun kebiasaan sederhana: tertib sebelum berkendara, waspada di jalan, dan pulang dengan selamat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Banjar menghadirkan keselamatan lalu lintas yang tidak hanya terlihat melalui penertiban di jalan, tetapi tumbuh menjadi budaya di tengah masyarakat. **