detak.co.id Tanjungbalai (Sumut)- Polres Tanjungbalai mengikuti kegiatan konferensi pers virtual (Zoom Meeting) terkait pengungkapan kasus peredaran gelap narkotika jenis ketamin seberat 1,16 ton di Perairan Selat Malaka, sekaligus Deklarasi Bersama Masyarakat Sumatera Utara Menolak Narkoba, Jumat (23/10).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Pesat Gatra Polres Tanjungbalai pukul 09.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., bersama Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., yang berpusat di Pelabuhan Bandar Deli, Belawan.
Di Polres Tanjungbalai, kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Tanjungbalai AKBP Welman Feri, S.I.K., M.I.K., serta dihadiri unsur Forkopimda, perwakilan instansi vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, dan jajaran pejabat utama Polres Tanjungbalai.
Pengungkapan Jaringan Internasional di Selat Malaka
Dalam arahannya, Kapolri menyampaikan bahwa pengungkapan 1,16 ton ketamin ini merupakan hasil kerja keras gabungan aparat penegak hukum antar-instansi, termasuk Bareskrim Polri, BNN, dan Direktorat Jenderal Bea Cukai.
Narkoba senilai triliunan rupiah tersebut diseludupkan menggunakan kapal berbendera Mongolia (M Global 168) dari jaringan internasional. Dengan berhasil digagalkannya penyeludupan ini, negara berhasil mencegah potensi kerugian hingga ratusan triliun rupiah dan menyelamatkan sedikitnya 5,8 juta jiwa anak bangsa dari bahaya penyalahgunaan narkotika.
“Mari kita tingkatkan sinergisitas dan soliditas. Jangan berikan ruang bagi para pengedar narkoba maupun penghianat bangsa,” tegas Kapolri.
Deklarasi dan Pakta Integritas Serentak Se-Sumut
Selain rilis pengungkapan kasus, acara dilanjutkan dengan Deklarasi Bersama Menolak Narkoba dan Penandatanganan Pakta Integritas oleh seluruh elemen masyarakat serta instansi terkait secara serentak di seluruh jajaran Polda Sumatera Utara.
Langkah ini menjadi momentum penting untuk mengubah stigma dan menurunkan tingkat peredaran serta pengguna narkoba di wilayah Sumatera Utara melalui kolaborasi nyata antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Polres Tanjungbalai menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan instansi terkait dan mengikutsertakan seluruh lapisan masyarakat Tanjungbalai dalam memberantas peredaran gelap narkoba .











