detak.co.id TANGSEL-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai menggenjot pelaksanaan pembangunan infrastruktur menjelang pergantian tahun 2026 menuju 2027. Dengan waktu tersisa sekitar tiga bulan, sejumlah pekerjaan infrastruktur diminta untuk segera diakselerasi agar dapat mencapai target penyelesaian.
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan, mengatakan progres pembangunan infrastruktur saat ini berada di kisaran 40 hingga 50 persen berdasarkan informasi terakhir yang diterimanya sekitar satu bulan lalu.
“Kalau persentasenya nanti coba saya tanyakan ke dinas terkait. Kalau terakhir saya baru mendapatkan informasi satu bulan yang lalu itu sekitar 40-50 persen,” kata Pilar ditemui di Gedung DPRD Kota Tangsel, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, waktu tiga bulan ke depan harus dimanfaatkan secara maksimal, terlebih saat ini belum memasuki musim hujan yang dapat memengaruhi pelaksanaan sejumlah pekerjaan konstruksi.
“Tapi saya rasa dengan tiga bulan ini, apalagi sekarang belum masuk musim hujan, harusnya bisa dipercepat. Saya minta dengan dinas terkait, tapi dengan catatan, cepat boleh tapi dilakukan dengan benar. Jangan sampai cepat tapi enggak benar secara teknis,” tegasnya.
Pilar meminta seluruh perangkat daerah terkait memanfaatkan sisa waktu musim kemarau untuk mempercepat pekerjaan sebelum memasuki musim hujan.
“Manfaatkan waktu musim kemarau ini sebelum memasuki musim hujan. Itu pesan saya untuk Dinas Bina Marga, Dinas Perumahan dan Permukiman, dan juga Dinas Bangunan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejumlah program infrastruktur lainnya juga terus berjalan. Untuk Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), misalnya, program bedah rumah disebutnya sudah mendekati tahap penyelesaian.
“Kalau Dinas Perkim saya dengar untuk bedah rumah hampir sudah selesai. Untuk Dinas Sumber Daya Air (SDA), untuk penanganan banjir juga itu berjalan sudah cukup masif,” jelas Pilar.
Sementara itu, Pilar menilai pekerjaan yang berada di bawah Dinas Bangunan masih menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian dalam tiga bulan terakhir tahun ini.
“Tinggal Dinas Bangunan, tantangannya di tiga bulan ini harus diakselerasi. Tapi saya rasa Insya Allah, mereka sudah punya metodenya masing-masing supaya tidak ada keterlambatan dalam pekerjaan,” katanya.
Pilar juga mengingatkan adanya konsekuensi apabila pekerjaan infrastruktur mengalami keterlambatan dari batas waktu yang telah ditentukan, termasuk kemungkinan dikenakannya denda kepada penyedia pekerjaan.
“Karena kalau terlambat, kan nanti ada denda. Kan kasihan, kita balikin lagi kepada penyedianya. Nanti kan yang kena denda penyedia. Saya rasa penyedia juga sudah tahu konsekuensi dan risikonya kalau itu sampai terlambat,” ungkapnya.
Ditanya mengenai target penyelesaian pembangunan dalam tiga bulan ke depan, Pilar menegaskan Pemkot Tangsel menargetkan seluruh pekerjaan dapat rampung sesuai target.
“Ya harus seratus persen lah, target kita seratus persen. Kalaupun belum tercapai, ya mudah-mudahan itu minor, bukan hal yang berat,” pungkasnya. (Dra)











