Scroll untuk baca Berita

Pasang Iklan, Advertorial dan Kirim Release, click here
Uncategorized

Warga Keluhkan Desil Bansos dan Madrasah Rusak, Tb Sholeh Siap Perjuangkan Aspirasi

8
×

Warga Keluhkan Desil Bansos dan Madrasah Rusak, Tb Sholeh Siap Perjuangkan Aspirasi

Sebarkan artikel ini

detak.co.id SERANG – Persoalan ketidaktepatan data desil penerima bantuan sosial (bansos) menjadi salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kabupaten Serang Fraksi PKS, Tubagus Mohammad Sholeh, di Kampung Setu, Desa Sambilawang, Kecamatan Waringinkurung.

Kegiatan reses tersebut dihadiri sekitar 150 warga. Sejumlah persoalan disampaikan masyarakat, mulai dari ketidaksesuaian data desil, kondisi bangunan madrasah yang rusak, hingga persoalan infrastruktur dan lingkungan.

Dalam dialog tersebut, sejumlah warga mengeluhkan ketidaktepatan pengelompokan desil. Mereka menilai masih ada masyarakat yang tergolong kurang mampu, tetapi justru tercatat memiliki desil tinggi sehingga berpotensi tidak mendapatkan bantuan sosial.

Menanggapi keluhan itu, Tb Sholeh menyarankan masyarakat yang merasa layak menerima bantuan sosial, tetapi tercatat berada di atas desil 5, agar melakukan pemutakhiran data melalui kantor desa.

“Warga yang merasa masuk kategori kurang mampu dan berhak mendapatkan bantuan sosial, tetapi desilnya di atas 5, silakan melakukan pemutakhiran data ke kantor desa dan mengajukan verifikasi melalui mekanisme sanggahan,” ujar Kang Tebe sapaan akrabnya, Jumat (30/10/2026).

Selain persoalan bansos, kondisi bangunan madrasah juga menjadi perhatian masyarakat. Warga menyampaikan bahwa masih banyak madrasah yang memiliki bangunan kurang layak, bahkan mengalami kerusakan sehingga membutuhkan bantuan dan perhatian pemerintah.

Masyarakat berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap keberlangsungan pendidikan madrasah, terutama dalam pemenuhan sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar.

Aspirasi lainnya yang turut disampaikan meliputi persoalan sampah, kerusakan jembatan di jalur jalan kabupaten, kebutuhan penerangan jalan umum (PJU), serta upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan masyarakat.

Kang Tebe menegaskan, kegiatan reses merupakan momentum penting bagi anggota dewan untuk mendengar langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah pemilihannya.

“Reses ini bukan sekadar ajang silaturahmi dan mendekatkan diri dengan masyarakat. Lebih dari itu, reses menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, serta kebutuhan yang ada di wilayahnya,” tegasnya.

Ia berharap berbagai aspirasi yang telah disampaikan warga dapat menjadi bahan perjuangan di DPRD Kabupaten Serang dan memperoleh perhatian dari pemerintah daerah agar bisa ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran.