detak.co.id TANGSEL-DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan akan terus mengawal nasib ribuan tenaga honorer yang bekerja di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Tangsel yang tidak lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
Sebelumnya, DPRD bersama Pemerintah Kota Tangsel telah beberapa kali menggelar rapat koordinasi membahas skema penyelesaian tenaga honorer pasca tidak lolos P3K. DPRD menegaskan tidak ingin ada honorer yang dirumahkan secara sepihak tanpa kejelasan status dan hak.
Ketua Komisi I DPRD Kota Tangsel, Ledy MP Butar Butar, mengatakan bahwa saat ini jumlah tenaga honorer yang semula tercatat sebanyak 1.885 orang telah mengalami penyusutan menjadi 1.538 orang setelah proses validasi data.
“Ini masih berproses, tapi sampai dengan bulan Maret nanti hak mereka akan diselesaikan secara manual. Nanti proses PJLP mulainya per 1 April, dan itu sudah ada validasi dari 1.885 menjadi 1.538 orang,” ujar Ledy di Gedung DPRD Kota Tangsel, Senin (23/2/2026).
Ia menjelaskan, penentuan nasib ribuan honorer tersebut akan dipastikan pada bulan Ramadan tahun ini. DPRD, kata dia, terus melakukan pengawalan agar hak-hak honorer tetap terpenuhi, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Saat ditanya apakah para honorer akan menerima tunjangan menjelang Lebaran, Ledy menyebut hal tersebut masih akan dibahas lebih lanjut bersama pemerintah daerah.
“Yang pasti hak-hak mereka akan dibayarkan dalam waktu dekat ini. Semuanya masih berproses,” tegasnya.
Menurut Ledy, pemerintah daerah juga harus bergerak sesuai regulasi dan landasan hukum yang jelas. Namun demikian, ia memastikan sudah ada titik terang dalam penyelesaian persoalan ini.
“Tentunya pemerintah juga melihat dari regulasi dan landasan yang jelas. Ini kan sudah ada titik terangnya, jadi mohon bersabar dan ditunggu,” katanya.
Ia menegaskan DPRD Kota Tangsel tidak tinggal diam dan akan terus menagih komitmen pemerintah kota agar nasib para tenaga honorer segera mendapat kepastian.
“Artinya kita tidak diam. Kita di DPRD akan terus mem-follow up dan menagih janji pemerintah kota untuk menyelesaikan nasib teman-teman kita,” pungkasnya.




















