Scroll untuk baca Berita

Pasang Iklan, Advertorial dan Kirim Release, click here
Daerah

Ekonomi Lesu Pedagang Ngeluh, Harga Bahan Pokok di Tangsel Masih Selangit

8
×

Ekonomi Lesu Pedagang Ngeluh, Harga Bahan Pokok di Tangsel Masih Selangit

Sebarkan artikel ini
Pedagang pasar Serpong tengah menjajakan dagangannya kepada pembeli.

detak.co.id, TANGSEL-Harga daging sapi di Pasar Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih bertahan tinggi sejak usai Lebaran. Hingga kini, harga daging sapi masih dijual di kisaran Rp140 ribu per kilogram.

“Enggak tahu kenapa belum turun juga,” ujar Edoy, salah satu pedagang daging sapi di Pasar Serpong, Senin (25/5/2026).

Ia menyebutkan, dalam kondisi normal harga daging sapi biasanya berada di kisaran Rp115 ribu hingga Rp130 ribu per kilogram. Namun, pasca-Lebaran harga belum juga mengalami penurunan.

Tak hanya daging sapi, kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah komoditas bahan pangan lainnya. Cabai, daging ayam, hingga kacang tanah tercatat mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan.

Pedagang sembako Pasar Serpong, Muhid, mengatakan harga kacang tanah mengalami kenaikan tajam. Jika sebelumnya dijual sekitar Rp28 ribu per kilogram, kini harganya melonjak menjadi Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.

“Kenaikan ini cukup berdampak. Daya beli masyarakat menurun, ditambah kondisi ekonomi yang memang sedang sulit,” kata Muhid.

Akibat kondisi tersebut, para pedagang mengaku terpaksa mengurangi stok dagangan untuk menekan risiko kerugian.

Sementara itu, Asisten Daerah II Sekretariat Daerah Kota Tangsel, Heru Agus Santoso, mengakui adanya kenaikan harga sejumlah bahan pangan, termasuk telur ayam boiler yang naik dari Rp26 ribu menjadi Rp28 ribu per kilogram.

“Kenaikan ini disebabkan oleh faktor pasokan,” ujarnya.

Selain itu, harga ayam potong juga mengalami kenaikan dari Rp35 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram. Untuk komoditas cabai, kenaikan paling signifikan terjadi pada cabai rawit merah dan cabai keriting merah.

“Cabai rawit merah memang kenaikannya cukup signifikan sejak sekitar tiga minggu lalu,” jelasnya.

Pemerintah Kota Tangsel, lanjut Heru Agus, telah meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk menggelar operasi pasar di tujuh kecamatan se-Kota Tangsel sebagai upaya intervensi dan pengendalian harga bahan pangan.