Scroll untuk baca Berita

Pasang Iklan, Advertorial dan Kirim Release, click here
Daerah

PERTAGAS Dukung Pengelolaan Sampah dan Ketahanan Pangan melalui Bantuan Mesin Cultivator

11
×

PERTAGAS Dukung Pengelolaan Sampah dan Ketahanan Pangan melalui Bantuan Mesin Cultivator

Sebarkan artikel ini

detak.co.id, KOTA TANGSEL – PT Pertamina Gas (Pertagas), afiliasi Subholding Gas Pertamina, kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Kali ini, Pertagas menyalurkan bantuan berupa mesin cultivator kepada Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Flamboyan dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Flamboyan yang berlokasi di Pamulang Barat, Kota Tangerang Selatan, Banten, pada Senin (8/1).

Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya Pertagas dalam mendukung gerakan green eco living yang meliputi pengelolaan sampah, pembuatan kompos, pengolahan lahan pertanian, pengembangan pertanian perkotaan, hingga penguatan ketahanan pangan keluarga.

Sebagai perusahaan yang mengedepankan prinsip keberlanjutan, Pertagas tidak hanya berfokus pada aspek profit, tetapi juga memperhatikan aspek people dan planet sebagai fondasi bisnis yang berkelanjutan. Melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, Pertagas berupaya memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Ring 1 perusahaan.

Pamulang Barat sendiri menjadi salah satu wilayah yang dilalui jaringan pipa gas Pertagas yang membentang di sepanjang wilayah Jawa Barat, mulai dari Cirebon hingga Cilegon, sebagai jalur distribusi energi nasional. Kehadiran program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata perusahaan bagi masyarakat sekitar wilayah operasional.

Saat ini, TPS3R Flamboyan yang beranggotakan 18 orang aktif mengelola sampah dari sekitar 350 kepala keluarga yang berada di salah satu kompleks perumahan di sekitar lokasi. Aktivitas yang dilakukan mencakup pengangkutan sampah, pemilahan sampah bernilai ekonomis, produksi kompos, hingga pengelolaan lahan pertanian yang memanfaatkan kompos hasil olahan sendiri.

Kegiatan pertanian tersebut dikelola bersama oleh 10 anggota Kelompok Wanita Tani Flamboyan yang memanfaatkan lahan seluas kurang lebih 400 meter persegi untuk budidaya tanaman pangan. Dalam proses pengolahan lahan, mulai dari penggemburan tanah hingga pencampuran pupuk kompos, dibutuhkan tenaga dan waktu yang cukup besar. Oleh karena itu, keberadaan mesin cultivator dinilai akan sangat membantu meningkatkan efisiensi kerja kelompok.

Bantuan tersebut disambut dengan penuh antusias oleh pengelola TPS3R dan KWT Flamboyan. Mereka menilai mesin cultivator merupakan kebutuhan yang sangat relevan untuk mendukung aktivitas pertanian yang selama ini dijalankan secara swadaya.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pertagas yang telah memberikan bantuan mesin cultivator. Dengan alat ini, kegiatan kami akan semakin efisien dan produktivitas pertanian dapat meningkat.” kata Welly, Ketua TPS3R Flamboyan.

“Dengan adanya alat cultivator ini, semoga anggota KWT dapat lebih produktif dan semakin semangat dalam mengelola pertanian kami. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk mendukung kegiatan pertanian sekaligus meningkatkan hasil dan kesejahteraan anggota kelompok. Hasilnya nanti juga dapat dirasakan oleh warga sekitar melalui sayuran yang kami tanam, panen, dan sampai ke dapur masing-masing rumah” ujar Wiwik Pramukarti Darmadi, Ketua KWT Flamboyan.

Bantuan mesin cultivator diserahkan langsung oleh Head External Relation East Region Pertamina Gas, Muhammad Putra Dewanto. Mesin tersebut diharapkan mampu menghemat energi, tenaga, dan waktu dalam pengolahan lahan, sekaligus mempercepat masa tanam sehingga produktivitas pertanian kelompok dapat meningkat.

“Sebagai perusahaan yang berorientasi pada keberlanjutan, masyarakat seperti ini yang menjadi target kami untuk mendukung kegiatan positif mereka. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi lebih banyak masyarakat dalam mendukung gerakan green eco living di Pamulang,” ujar Putra.

Melalui sinergi antara perusahaan dan masyarakat, Pertagas berharap program ini dapat memperkuat pengelolaan lingkungan berbasis komunitas sekaligus mendorong terciptanya ketahanan pangan yang berkelanjutan di tingkat masyarakat. (Red)