Daerah

Benyamin Davnie: LKPJ 2025 Jadi Fondasi Pembangunan Tangsel Berkelanjutan

10
×

Benyamin Davnie: LKPJ 2025 Jadi Fondasi Pembangunan Tangsel Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie.

detak.co.id, TANGSEL-Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie, menyampaikan Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Tangsel, Selasa (31/3/2026).

Penyampaian LKPJ tersebut merupakan amanat peraturan perundang-undangan terkait penyelenggaraan pemerintahan daerah. Dalam pidatonya di hadapan anggota DPRD, Benyamin menegaskan pentingnya pembahasan LKPJ yang konstruktif demi kemajuan daerah.

“Kami berharap pembahasan LKPJ ini dapat berjalan lancar, konstruktif, serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Kota Tangsel,” ungkap Benyamin.

Dia menjelaskan, pembangunan daerah Tahun Anggaran 2025 dilaksanakan berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) sebagai penjabaran dari RPJMD 2025–2029, dengan visi “Tangsel Unggul, Inklusif, Inovatif, Kolaboratif Menuju Kota Lestari.”

Visi tersebut dijabarkan ke dalam empat misi utama, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi berbasis inovasi, reformasi birokrasi, serta pembangunan kota yang berkelanjutan dan inklusif.

“Secara umum, Tangsel memiliki peran strategis sebagai wilayah penghubung antara Provinsi Banten dan DKI Jakarta, dengan jumlah penduduk sekitar 1,47 juta jiwa yang didominasi usia produktif,” jelasnya.

Dari sisi keuangan daerah, realisasi pendapatan Tahun 2025 mencapai Rp5,04 triliun atau 102,93 persen dari target. Capaian ini didorong oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang melampaui target hingga 107,33 persen.

“Capaian ini menunjukkan kuatnya basis pendapatan daerah serta meningkatnya efektivitas pengelolaan sumber-sumber pendapatan lokal,” kata Benyamin.

Kontribusi PAD yang mencapai lebih dari 63 persen terhadap total pendapatan mencerminkan meningkatnya kemandirian fiskal daerah, meskipun pendapatan transfer dari pemerintah pusat belum sepenuhnya memenuhi target.

Sementara itu, realisasi belanja daerah tercatat sebesar Rp4,67 triliun atau 93,31 persen dari anggaran, yang difokuskan pada belanja operasional, pelayanan publik, serta pembangunan infrastruktur.

Dari sisi pembiayaan, tercatat surplus anggaran sebesar Rp368,29 miliar serta realisasi pembiayaan netto Rp110,29 miliar yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya.

Pada capaian makro, pertumbuhan ekonomi Tangsel mencapai 5,00 persen, dengan PDRB per kapita sebesar Rp85,48 juta dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 84,81, tertinggi di Provinsi Banten. Selain itu, tingkat pengangguran menurun menjadi 4,13 persen dan tingkat kemiskinan berada di angka 2,39 persen.

“Hal ini menunjukkan adanya perbaikan pasar tenaga kerja, meski tantangan ketimpangan masih perlu diatasi,” jelasnya.

Benyamin juga menyampaikan bahwa Pemkot Tangsel meraih berbagai penghargaan sepanjang 2025, di antaranya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-13 dari BPK, Kota Layak Anak kategori utama, serta penghargaan Kota Peduli HAM.

Pada sisi kebijakan strategis, Pemkot Tangsel menetapkan sejumlah regulasi penting, mulai dari pembebasan BPHTB bagi masyarakat berpenghasilan rendah, jaminan sosial bagi pekerja rentan, hingga kebijakan pengelolaan sampah dan sistem penerimaan murid baru.

Benyamin pun mengapresiasi sinergi DPRD dan seluruh elemen masyarakat. “Kami mengucapkan terima kasih atas kolaborasi semua pihak dan berharap capaian ini terus ditingkatkan demi kesejahteraan masyarakat Tangsel,” pungkasnya. (Dra)