detak.co.id SERDANG BEDAGAI – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sei Rampah yang berlokasi di Dusun 6, Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, didatangi puluhan relawan, Sabtu (28/2/2026).
Kedatangan para relawan tersebut untuk mempertanyakan kabar penutupan operasional dapur SPPG oleh pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) yang disebut-sebut mulai berlaku dalam waktu dekat.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sei Rampah, Rico Hartono Hutagaol, membenarkan bahwa dapur SPPG akan berhenti beroperasi sementara waktu sesuai instruksi dari pemerintah.
“Mulai Senin depan dapur SPPG berhenti beroperasi sementara sesuai instruksi dari pusat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penutupan sementara tersebut merupakan imbas dari viralnya video menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga ditemukan cacing dan ulat di SMK Negeri 1 Sei Rampah beberapa waktu lalu.
Atas kejadian tersebut, pemerintah pusat meminta seluruh aktivitas dapur SPPG di Sei Rampah dihentikan sementara untuk dilakukan evaluasi.
“Karena video yang viral ini sehingga pemerintah menutup sementara dapur SPPG,” ungkap Rico.
Sementara itu, salah seorang relawan, Lisda, mengatakan kedatangan mereka untuk memastikan kebenaran informasi terkait penutupan dapur tersebut. Namun, mereka mengaku belum mendapat penjelasan resmi dari pihak manajemen.
“Kami datang mau tanya apakah benar SPPG tutup, tapi pihak manajemen tidak ada yang mau menerima dan menjawab,” ujarnya.
Menurut Lisda, jika dapur SPPG benar-benar ditutup, para relawan merasa kebingungan, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri yang tinggal menghitung hari.
“Bingung kalau tutup, gimana dapat uang untuk Lebaran Idulfitri,” katanya dengan nada cemas.
Para relawan berharap ada kejelasan dari pemerintah terkait kelanjutan operasional dapur SPPG serta kepastian nasib mereka ke depan, khususnya menyangkut penghasilan yang selama ini menjadi penopang kebutuhan sehari-hari.(ap)




















