Scroll untuk baca Berita

Pasang Iklan, Advertorial dan Kirim Release, click here
Daerah

KPP School dan PKBM Insan Mandiri Buktikan Program Pendidikan Gratis Nasional Berjalan Nyata

8
×

KPP School dan PKBM Insan Mandiri Buktikan Program Pendidikan Gratis Nasional Berjalan Nyata

Sebarkan artikel ini

TANGERANG, detak.co.id — Komitmen menghadirkan akses pendidikan bagi masyarakat kembali dibuktikan melalui kegiatan Kelulusan Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C Tahun Ajaran 2025–2026 yang diselenggarakan oleh PKBM Insan Mandiri Cisauk bersama KPP School (Komunitas Pemuda Perum).

Kegiatan yang berlangsung di Aula PKBM Insan Mandiri, Suradita, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang tersebut menjadi bukti nyata bahwa program pendidikan gratis yang sebelumnya diluncurkan secara nasional tidak berhenti pada tahap sosialisasi maupun seremoni belaka. Program yang digagas untuk membantu masyarakat, khususnya anak putus sekolah dan warga yang belum menyelesaikan pendidikan formal, kini telah berhasil mengantarkan peserta didik hingga lulus dan memperoleh hak pendidikannya.

Acara tersebut dihadiri oleh Camat Cisauk Hendarto, S.STP., M.Si., Ketua Yayasan Arpan Muhabbin Cisauk sekaligus perwakilan PKBM Insan Mandiri Ahmad Fikri Sugandi, S.Pd., Ketua PKBM Insan Mandiri, Penilik Pendidikan Nonformal Kecamatan Cisauk H. Masum, S.Pd.I., Kepala Desa Suradita, Kepala Desa Cibogo, Ketua GP Ansor Kecamatan Cisauk Munajat, para Ketua RT/RW, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur masyarakat lainnya, Cisauk
Jumat (19/6/2026).

Pendidikan Masih Menjadi Tantangan Bersama

Dalam sambutannya, Penilik Pendidikan Nonformal Kecamatan Cisauk H. Masum, S.Pd.I. menyampaikan bahwa persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) masih menjadi tantangan besar yang harus diselesaikan bersama.

Berdasarkan data Verval ATS Kemendikdasmen, Kecamatan Cisauk masih memiliki 944 Anak Tidak Sekolah (ATS) yang tersebar di enam wilayah, yaitu Suradita sebanyak 216 anak, Cisauk 192 anak, Dangdang 175 anak, Mekarwangi 152 anak, Cibogo 131 anak, dan Sampora 78 anak.

Menurutnya, angka tersebut menjadi pengingat bahwa masih banyak anak dan masyarakat yang membutuhkan akses pendidikan.

“Kami berharap seluruh unsur pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan warga dapat bergandengan tangan agar tidak ada lagi anak yang kehilangan hak untuk mendapatkan pendidikan. Pendidikan adalah investasi masa depan bangsa dan menjadi kunci kemajuan Indonesia,” ungkapnya.

KPP Hadir untuk Memberi Manfaat bagi Masyarakat

Ketua KPP, Gagah Tri Saputra, menegaskan bahwa keberhasilan program ini merupakan bukti bahwa KPP hadir sebagai komunitas pemuda yang bergerak memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa angka ATS yang masih cukup tinggi menjadi alasan kuat bagi KPP untuk terus mengembangkan program pendidikan gratis bersama PKBM Insan Mandiri serta memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, terutama pemerintah desa.

“Angka 944 ATS bukan sekadar data statistik. Di balik angka itu ada ratusan anak dan masyarakat yang masa depannya harus diperjuangkan. Karena itu kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membuka akses pendidikan seluas-luasnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gagah juga menegaskan bahwa KPP merupakan komunitas sosial yang berorientasi pada pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa KPP adalah komunitas pemuda yang hadir untuk memberikan manfaat melalui kegiatan sosial, pendidikan, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat. KPP bukan organisasi yang hadir untuk melakukan pungutan liar, tindakan anarkis, perebutan lahan parkir, ataupun aktivitas negatif lainnya. Kami ingin dikenal karena karya dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Dukungan Pendampingan Hukum untuk Program Sosial

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Syam Kelana Aas selaku pendamping hukum paralegal dari Tim Hukum Muslim yang menyampaikan dukungannya terhadap berbagai program sosial yang dijalankan KPP.

Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu instrumen paling penting dalam membangun masyarakat yang kuat, mandiri, dan berdaya saing.

Ia berharap program pendidikan gratis yang telah berjalan baik ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.

Camat Cisauk Apresiasi dan Siap Mendukung Pengembangan PKBM

Sementara itu, Camat Cisauk Hendarto, S.STP., M.Si. memberikan apresiasi atas dedikasi PKBM Insan Mandiri dalam membantu pemerintah menangani persoalan pendidikan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan PKBM memiliki peran strategis dalam memberikan kesempatan kedua bagi masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal.

Dalam sambutannya, ia juga menyampaikan komitmen untuk berupaya membantu pengembangan sarana pendidikan PKBM Insan Mandiri sesuai kemampuan, kewenangan, dan kebijakan yang dimiliki pemerintah.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin mendukung pengembangan pendidikan masyarakat sesuai ketentuan dan kemampuan yang ada, karena pendidikan merupakan investasi penting bagi masa depan daerah dan bangsa,” ujarnya.

Harapan Dukungan Nyata untuk Pendidikan Masyarakat

Ketua Yayasan Arpan Muhabbin Cisauk sekaligus perwakilan PKBM Insan Mandiri, Ahmad Fikri Sugandi, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan kelulusan dan keberhasilan program pendidikan yang telah membantu masyarakat menyelesaikan pendidikan mereka.

Ia menilai keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan masyarakat.

Namun demikian, ia juga menyampaikan harapan agar pembangunan sarana pendidikan yang diperuntukkan bagi masyarakat mendapatkan dukungan yang lebih nyata dari berbagai pihak.

“Kami bersyukur karena program ini terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami berharap kepedulian terhadap pendidikan tidak berhenti pada janji, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata. Apa yang kami bangun di sini semata-mata untuk kepentingan masyarakat dan generasi masa depan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada KPP yang telah bergabung dan berkolaborasi dalam menjalankan berbagai program sosial dan pendidikan guna membantu mengurangi angka Anak Tidak Sekolah di Kecamatan Cisauk.

Bukti Nyata Program Berjalan dan Berkelanjutan

Pelepasan lulusan Program Paket A, Paket B, dan Paket C Tahun Ajaran 2025–2026 menjadi bukti bahwa kolaborasi antara PKBM Insan Mandiri dan KPP School bukan sekadar program jangka pendek, melainkan gerakan sosial yang terus berjalan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Melalui pendidikan gratis, pendampingan, dan berbagai program pemberdayaan yang dijalankan, kedua lembaga berharap semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan belajar dan meningkatkan kualitas hidupnya.

Dengan masih adanya 944 Anak Tidak Sekolah di Kecamatan Cisauk, kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi sosial, dunia usaha, dan masyarakat menjadi sangat penting agar tidak ada lagi generasi yang kehilangan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.