Scroll untuk baca Berita

Pasang Iklan, Advertorial dan Kirim Release, click here
Daerah

Warga Apresiasi Pembangunan Jalan Kronjo Ceplak Balaraja

8
×

Warga Apresiasi Pembangunan Jalan Kronjo Ceplak Balaraja

Sebarkan artikel ini

detak.co.id TANGERANG — Warga Sukamulya Sanadi mengapresiasi rencana pembangunan betonisasi jalan Kronjo – Ceplak – Balaraja yang dibangun oleh dinas binamarga dan sumber daya alam ( SDA) Kabupaten Tangerang yang bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah ( APBD) Kabupaten Tangerang tahun 2026.

Apresiasi tersebut disampaikan tokoh masyarakat Sanadi kepada awak media saat dimintai tanggapannya terhadap rencana pembangunan betonisasi jalan Kronjo Ceplak Balaraja yang menelan anggaran puluhan miliar.

” Kami warga Sukamulya mendukung dan mengapresiasi rencana pembangunan betonisasi jalan Kronjo Ceplak Balaraja, karena kondisi jalan beton yang lama rusak dan pecah serta berlubang,”terang Dokmek panggilan akrab Sanadi.

Dia mengatakan, akses jalan Kronjo Ceplak Balaraja merupakan akses viral sebagai jalan penghubung antara Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Serang, dan di Kronjo terdapat perusahaan negara yakni Pembangkit Listrik Tenaga Uap ( PLTU), kondisi di jalan Kronjo tersebut mendesak untuk diperbaiki karena usia jalan sudah menua, dan bahan yang digunakan sebelumnya memakai bahan mutu K300.

” Bahan yang sekarang untuk betonisasi lebih kuat dan merekat dengan bahan FS 45, semoga dengan bahan yang kuat ini dapat menghasilkan jalan yang bermutu dan tahan lama.

Sementara Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang H Iwan Firmansyah mengatakan, rekonstruksi di Kecamatan Kronjo diharapkan meningkatkan konektivitas masyarakat. Serta memperbaiki akses transportasi dari kawasan Tugu Kronjo menuju perbatasan Pasar Ceplak.

“Aktivitas konstruksi diperkirakan dapat memengaruhi kelancaran lalu lintas maupun kegiatan warga di sekitar lokasi,”tandasnya.

Iwan menambahkan, rekonstruksi ditargetkan selesai dalam waktu sekitar lima bulan atau 150 hari kalender. Dia menjelaskan, salah satu ruas yang mendapat penanganan adalah Jalan Penjamuran -Kronjo sepanjang 2,34 kilometer. Hingga 2025, kondisi jalan mantap pada ruas tersebut tercatat sepanjang 0,91 kilometer.

Setelah pekerjaan tersebut selesai, panjang jalan dalam kondisi mantap diproyeksikan meningkat menjadi 1,84 kilometer. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 0,5 kilometer ruas Jalan Penjamuran – Kronjo yang belum mendapatkan penanganan.

Tidak hanya itu, penanganan juga dilakukan pada ruas Jalan Ceplak-Penjamuran. Menurutnya, ruas Ceplak-Penjamuran memiliki panjang keseluruhan 9,27 kilometer. Sampai dengan 2025, jalan dalam kondisi mantap telah mencapai sekitar 3,9 kilometer.

“Pada tahun 2026 dilakukan penanganan Ceplak – Penjamuran segmen 1 hingga segmen 7 sepanjang 5,19 kilometer,” katanya.

Dengan rekonstruksi tersebut, panjang ruas Jalan Ceplak- Penjamuran yang berada dalam kondisi mantap ditargetkan meningkat menjadi 9,09 kilometer. Sementara itu, masih tersisa sekitar 0,18 kilometer ruas jalan yang belum tertangani.

Rekonstruksi dua ruas jalan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas cakupan jalan dalam kondisi mantap. Selain menunjang mobilitas warga, peningkatan kualitas jalan diharapkan mendukung aktivitas ekonomi dan distribusi barang antar kawasan.

Pemerintah daerah juga mengimbau pengguna jalan untuk memperhatikan rambu dan pengaturan lalu lintas selama pekerjaan berlangsung. Masyarakat diminta bersabar apabila terjadi perlambatan perjalanan di sekitar titik konstruksi.

Dengan selesainya proyek tersebut, konektivitas jalur dari kawasan Kronjo hingga Ceplak diharapkan semakin baik dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang menggunakan jalur tersebut setiap haria Sukamulya Sanadi mengapresiasi rencana pembangunan betonisasi jalan Kronjo – Ceplak – Balaraja yang dibangun oleh dinas binamarga dan sumber daya alam ( SDA) Kabupaten Tangerang yang bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah ( APBD) Kabupaten Tangerang tahun 2026.

Apresiasi tersebut disampaikan tokoh masyarakat Sanadi kepada awak media saat dimintai tanggapannya terhadap rencana pembangunan betonisasi jalan Kronjo Ceplak Balaraja yang menelan anggaran puluhan miliar.

” Kami warga Sukamulya mendukung dan mengapresiasi rencana pembangunan betonisasi jalan Kronjo Ceplak Balaraja, karena kondisi jalan beton yang lama rusak dan pecah serta berlubang,”terang Dokmek panggilan akrab Sanadi.

Dia mengatakan, akses jalan Kronjo Ceplak Balaraja merupakan akses viral sebagai jalan penghubung antara Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Serang, dan di Kronjo terdapat perusahaan negara yakni Pembangkit Listrik Tenaga Uap ( PLTU), kondisi di jalan Kronjo tersebut mendesak untuk diperbaiki karena usia jalan sudah menua, dan bahan yang digunakan sebelumnya memakai bahan mutu K300.

” Bahan yang sekarang untuk betonisasi lebih kuat dan merekat dengan bahan FS 45, semoga dengan bahan yang kuat ini dapat menghasilkan jalan yang bermutu dan tahan lama.

Sementara Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang H Iwan Firmansyah mengatakan, rekonstruksi di Kecamatan Kronjo diharapkan meningkatkan konektivitas masyarakat. Serta memperbaiki akses transportasi dari kawasan Tugu Kronjo menuju perbatasan Pasar Ceplak.

“Aktivitas konstruksi diperkirakan dapat memengaruhi kelancaran lalu lintas maupun kegiatan warga di sekitar lokasi,”tandasnya.

Iwan menambahkan, rekonstruksi ditargetkan selesai dalam waktu sekitar lima bulan atau 150 hari kalender. Dia menjelaskan, salah satu ruas yang mendapat penanganan adalah Jalan Penjamuran -Kronjo sepanjang 2,34 kilometer. Hingga 2025, kondisi jalan mantap pada ruas tersebut tercatat sepanjang 0,91 kilometer.

Setelah pekerjaan tersebut selesai, panjang jalan dalam kondisi mantap diproyeksikan meningkat menjadi 1,84 kilometer. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 0,5 kilometer ruas Jalan Penjamuran – Kronjo yang belum mendapatkan penanganan.

Tidak hanya itu, penanganan juga dilakukan pada ruas Jalan Ceplak-Penjamuran. Menurutnya, ruas Ceplak-Penjamuran memiliki panjang keseluruhan 9,27 kilometer. Sampai dengan 2025, jalan dalam kondisi mantap telah mencapai sekitar 3,9 kilometer.

“Pada tahun 2026 dilakukan penanganan Ceplak – Penjamuran segmen 1 hingga segmen 7 sepanjang 5,19 kilometer,” katanya.

Dengan rekonstruksi tersebut, panjang ruas Jalan Ceplak- Penjamuran yang berada dalam kondisi mantap ditargetkan meningkat menjadi 9,09 kilometer. Sementara itu, masih tersisa sekitar 0,18 kilometer ruas jalan yang belum tertangani.

Rekonstruksi dua ruas jalan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas cakupan jalan dalam kondisi mantap. Selain menunjang mobilitas warga, peningkatan kualitas jalan diharapkan mendukung aktivitas ekonomi dan distribusi barang antar kawasan.

Pemerintah daerah juga mengimbau pengguna jalan untuk memperhatikan rambu dan pengaturan lalu lintas selama pekerjaan berlangsung. Masyarakat diminta bersabar apabila terjadi perlambatan perjalanan di sekitar titik konstruksi.

Dengan selesainya proyek tersebut, konektivitas jalur dari kawasan Kronjo hingga Ceplak diharapkan semakin baik dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang menggunakan jalur tersebut setiap hari