detak.co.id, BANTEN – Gubernur Banten Andra Soni, menyambut baik rencana PT Java Festival Production yang akan menggelar perhelatan musik internasional, Java Jazz 2026, di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Pantai Indah Kapuk (PIK) II, Kabupaten Tangerang. Agenda tahunan bergengsi ini diperkirakan mampu mendatangkan hingga 120 ribu penonton selama tiga hari penyelenggaraan.
Dukungan tersebut disampaikan Andra Soni saat menerima kunjungan jajaran PT Java Festival Production di Gedung Negara Provinsi Banten, Jalan Brigjen K.H. Syam’un Nomor 5, Kota Serang, pada Jumat (23/1/2026).
”Kami senang dengan adanya perhelatan besar di Provinsi Banten. Apa yang bisa kami bantu, akan kami bantu. Terima kasih, kami akan dukung agar acara ini berjalan lancar,” tegas Andra Soni.
Menurut Andra, pemilihan lokasi di PIK II, Kabupaten Tangerang, dinilai sangat strategis. Kawasan tersebut didukung oleh akses jalan tol yang terhubung langsung dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Selain itu, kawasan PIK II telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang yang memadai, mulai dari pusat kuliner hingga hotel.
”Di PIK II juga banyak fasilitas kuliner dan hotel,” ucapnya.
Gubernur menambahkan bahwa kawasan PIK II merupakan wilayah yang kondusif, termasuk dari aspek pengelolaan parkir dan fasilitas pendukung lainnya. Kondisi tersebut diyakini mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengunjung.
Kendati demikian, Andra Soni berharap para pengunjung Java Jazz 2026 tidak hanya menikmati pertunjukan musik, tetapi juga meluangkan waktu untuk berwisata di Provinsi Banten. Ia menekankan bahwa Banten memiliki beragam destinasi unggulan, mulai dari wisata pantai, Taman Nasional Ujung Kulon, hingga wisata sejarah dan religi di kawasan Keraton Kesultanan Banten.
Oleh karena itu, Gubernur mendorong pihak penyelenggara agar turut menginformasikan berbagai destinasi wisata unggulan Provinsi Banten, termasuk akses dan moda transportasi untuk mencapainya, dalam rangkaian promosi Java Jazz 2026.
Sejarah Baru di Luar Jakarta
Sementara itu, Direktur Keuangan PT Java Festival Production, Dwi Cahyono, menjelaskan bahwa Java Jazz 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni pada 29 hingga 31 Mei 2026. Penyelenggaraan tahun ini menjadi catatan sejarah baru karena untuk pertama kalinya digelar di luar wilayah Jakarta.
”Pada tahun 2005, Java Jazz digelar di Jakarta Convention Center (JCC). Pada tahun 2009 pindah ke Jakarta International Expo (JIEXPO). Pada tahun 2026 ini, kami selenggarakan di NICE PIK II,” ungkap Dwi.
Dwi menyebutkan bahwa selama ini Java Jazz rata-rata dikunjungi oleh 105 ribu hingga 120 ribu penonton dalam tiga hari pelaksanaan.
”Nantinya akan ada 10 panggung dan sekitar 300 artis yang tampil,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eli Susiyanti, menilai bahwa Java Jazz 2026 merupakan peluang strategis bagi Pemerintah Provinsi Banten untuk menjalin kerja sama dalam pengembangan sektor pariwisata daerah.
”Ini kesempatan baik untuk memperkenalkan destinasi wisata, budaya, dan kuliner yang ada di Banten kepada masyarakat luas,” pungkas Eli. (Zal)




















