Scroll untuk baca Berita

Pasang Iklan, Advertorial dan Kirim Release, click here
Daerah

KONI Tangsel Dinilai Abaikan Cabor Prestasi, Angkat Berat Terancam Absen di Porprov 2026

13
×

KONI Tangsel Dinilai Abaikan Cabor Prestasi, Angkat Berat Terancam Absen di Porprov 2026

Sebarkan artikel ini
Atlit Pabersi Tangsel yang meraih juara dari cabang angkat berat.

detak.co.id TANGSEL-Pengurus Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dalam waktu dekat akan melayangkan surat resmi kepada KONI Provinsi Banten.

Langkah ini diambil menyusul tidak diusulkannya cabang olahraga angkat berat untuk dipertandingkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026 yang akan digelar di Kota Tangsel pada November mendatang.

Ketua Pabersi Tangsel, Eeng Sulaeman, menyayangkan keputusan KONI Kota Tangerang Selatan, khususnya Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres), yang dinilai tidak mengakomodir cabang olahraga angkat berat dalam daftar cabor yang diusulkan ke Porprov 2026.

“Kami sangat menyayangkan keputusan ini. Ada apa sebenarnya dengan Binpres KONI Tangsel sampai cabang olahraga angkat berat tidak diusulkan? Padahal atlet-atlet kami punya prestasi nyata, bahkan sampai tingkat nasional,” kata Eeng, Sabtu (25/4/2026).

Menurut Eeng, keputusan tersebut terasa janggal mengingat angkat berat merupakan cabang olahraga yang rutin dipertandingkan di ajang nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON). Bahkan, sejumlah atlet asal Tangsel tercatat sebagai peraih medali di berbagai kejuaraan resmi.

“Ini seharusnya menjadi momen bersejarah bagi Tangsel sebagai tuan rumah Porprov 2026. Angkat berat adalah cabor resmi PON, tapi justru tidak dipertandingkan di Porprov. Ini sangat kami sesalkan,” tegasnya.

Eeng mengungkapkan, pihaknya telah meminta klarifikasi langsung kepada Bidang Prestasi KONI Tangsel. Dalam penjelasan yang diterima, angkat berat tidak diusulkan karena dianggap tidak memiliki atlet berprestasi sepanjang tahun 2025. Namun, alasan tersebut langsung dibantah Eeng.

“Kalau dibilang atlet angkat berat Tangsel tidak berprestasi di 2025, itu kebangetan. Memang kami tidak mengajukan anggaran untuk menggelar kejuaraan di Tangsel karena keterbatasan dana KONI. Tapi atlet kami tetap bertanding dan berprestasi di luar daerah,” terang Eeng.

Ia menegaskan, keterbatasan anggaran tidak bisa dijadikan alasan untuk menghapus prestasi atlet. Terlebih, tidak semua cabang olahraga di Tangsel mendapatkan fasilitas try in maupun try out sepanjang 2025.

“Bukti-bukti kejuaraan ada. Dokumentasi dan piagam penghargaan lengkap. Atlet kami tetap aktif dan berprestasi meski dengan keterbatasan,” bebernya.

Eeng memaparkan sejumlah nama atlet angkat berat Tangsel yang meraih prestasi sepanjang 2025, di antaranya Marsha yang berhasil meraih Juara I Kejurnas Pabersi 2025, kemudian Tantri yang menjadi Juara II Rawwar Angkat Berat 2025, serta Arvie yang juga meraih Juara II Kejurbar Pabersi 2025.

“Bagaimana kita mau mendulang emas dan mengejar juara umum Porprov 2026 kalau atlet-atlet yang sudah terbukti prestasinya justru tidak diberi ruang? Sementara ada cabang olahraga baru yang belum teruji tapi malah diprioritaskan,” jelas Eeng.

Meski demikian, Eeng menegaskan bahwa pihaknya tidak bermaksud merendahkan cabang olahraga baru yang diusulkan. “Kami bukan iri atau mengecilkan cabor lain. Tapi ini soal keadilan dan logika prestasi. Atlet kami nyata-nyata berprestasi,” pungkasnya.

Pabersi Tangsel berharap KONI Provinsi Banten dapat meninjau kembali usulan cabang olahraga Porprov 2026 agar angkat berat tetap dipertandingkan, terutama mengingat status Kota Tangsel sebagai tuan rumah.