detak.co.id, BANTEN – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Banten Tinawati Andra Soni mengatakan keberadaan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah sangat penting dalam penanganan awal kebakaran. Hal itu disampaikan Tinawati usai pelatihan keluarga tanggap bencana rumah tangga di Gedung PKK Provinsi Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, Curug, Kota Serang. Senin (4/5/2026).
“Hari ini kami telah melaksanakan pelatihan cara memadamkan api ketika terjadinya kebakaran di rumah atau di dapur, kegiatan ini difasilitasi oleh tim Damkar Satpol PP Provinsi Banten,” katanya.
Menurut Tinawati, yang paling berkesan dalam pelatihan ini adalah simulasi bagaimana cara penanggulangan kebakaran di rumah dan dapur. Termasuk bagaimana menghadapi binatang buas seperti ular.
“Akhir-akhir ini sering kita temui juga permasalahan Damkar bukan mengenai bagaimana penanggulangan kebakaran saja, tapi banyak hal yang mereka lakukan,” katanya.
Tinawati menerangkan, pelatihan ini adalah salah satu bentuk kegiatan yang bisa mendukung enam Standar Pelayanan Minimal (6SPM) yang terbaru. Manfaatnya adalah memberikan edukasi kepada peserta yang rata-rata adalah keluarga.
“Hal ini sangat penting bagi ibu rumah tangga dalam penanganan awal ketika terjadi kebakaran dan tidak merambat ke mana-mana,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Banten Nana Suryana mengapresiasi kegiatan pelatihan keluarga tanggap bencana rumah tangga yang diinisiasi oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Banten. Simulasi penanganan kebakaran di rumah atau di dapur harus langsung dipraktikan.
“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menjadi pemicu bagi ibu-ibu rumah tangga bahwa tidak menjadi sesuatu yang menakutkan tetapi itu menjadi salah satu pembelajaran bagaimana menangani jika itu terjadi,” ujarnya.
Nana menjelaskan, dalam musim kemarau ini, kebakaran yang terkait dengan rumah tangga memang rata-rata berawal dari korsleting listrik atau karena akibat kebocoran gas. Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi korsleting listrik, masyarakat harus menyesuaikan pemakaian dan beban seperti tidak menggunakan stopkontak secara beramai-ramai untuk alat elektronik yang memiliki beban besar.
“Masyarakat juga diminta untuk mengecek kabel listrik yang sudah terpasang agar disesuaikan dengan usia pemakaian. Kalau memang sudah tua diharapkan bisa diganti,” katanya. (Zal)











