Scroll untuk baca Berita

Pasang Iklan, Advertorial dan Kirim Release, click here
Daerah

Menteri LH RI Apresiasi Kolaborasi Pemkab Tangerang Dan BNPB Tekan Titik Panas Hingga 3,6 Persen

9
×

Menteri LH RI Apresiasi Kolaborasi Pemkab Tangerang Dan BNPB Tekan Titik Panas Hingga 3,6 Persen

Sebarkan artikel ini

detak.co.id, TANGERANG – Memasuki hari keenam penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mengintensifkan upaya pemadaman melalui jalur darat maupun udara. Berbagai langkah strategis dilakukan secara terukur dan terkoordinasi guna memastikan kebakaran dapat segera terkendali sepenuhnya.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengatakan seluruh tahapan penanganan telah dijalankan sesuai agenda operasional yang disusun sejak awal terjadinya kebakaran.

“Selama enam hari ini kita sudah memiliki program penanganan yang terukur. Hari pertama hingga hari keenam seluruh operasional pemadaman terus berjalan. Pemadaman dilakukan melalui jalur darat oleh petugas pemadam kebakaran dengan kendaraan operasional, serta melalui udara dengan dukungan water bombing,” ujar Bupati Maesyal di TPA Jatiwaringin Minggu (5/7/26).

Menurutnya, operasi water bombing yang melibatkan helikopter BNPB masih terus berlangsung dan telah memasuki hari keempat. Langkah tersebut terbukti efektif menekan titik-titik api yang berada di area timbunan sampah dan sulit dijangkau melalui jalur darat. Meski kondisi kebakaran terus menunjukkan perkembangan positif, Bupati mengungkapkan masih terdapat kemunculan asap di beberapa titik akibat perubahan arah dan kecepatan angin yang bergerak menuju kawasan permukiman warga.

“Tadi saya melihat langsung dari udara. Karena angin cukup kencang dan bergerak ke arah barat, muncul kembali asap di bagian barat lokasi. Asap ini berpotensi mengarah ke kawasan permukiman, namun kami sudah melakukan antisipasi melalui camat, kepala desa, puskesmas, dan seluruh perangkat terkait. Jika memang diperlukan evakuasi warga, maka akan segera kami lakukan,” tegasnya.

Ia menambahkan, kondisi kesehatan masyarakat terdampak terus dipantau secara intensif oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang bersama Puskesmas setempat. Tim kesehatan disiagakan untuk memberikan pelayanan dan penanganan cepat apabila terdapat warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Terkait rencana Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan, Pemkab Tangerang bersama instansi terkait masih terus berkoordinasi. Namun berdasarkan hasil kajian sementara dari BMKG, kondisi awan saat ini belum memenuhi syarat untuk pelaksanaan TMC.

“Kami sudah membahas kemungkinan hujan buatan. Namun berdasarkan informasi BMKG, kondisi awan saat ini belum mendukung untuk pelaksanaan TMC. Meski demikian, kami terus berupaya dan fokus pada langkah-langkah pemadaman yang sedang berjalan,” katanya.

Selain pemadaman darat dan udara, penanganan juga diperkuat oleh tim Manggala Agni yang melakukan penyuntikan air ke lapisan bawah timbunan sampah guna memadamkan bara api yang masih tersimpan di dalam.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa peristiwa kebakaran TPA Jatiwaringin telah ditetapkan sebagai kondisi darurat melalui Surat Keputusan Bupati. Penetapan status tersebut memungkinkan percepatan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat dan unsur terkait lainnya.

“Ini merupakan bencana dan sudah kami tetapkan status daruratnya. Alhamdulillah banyak dukungan yang datang dari pemerintah pusat maupun berbagai komponen masyarakat untuk membantu penanganan di lapangan,” ujarnya.

Sebagai langkah jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga telah menyiapkan program mitigasi dan pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah penyiraman rutin di area TPA meskipun kondisi api telah padam sepenuhnya.

“Setelah kondisi ini selesai, mitigasi akan tetap kita jalankan. Penyiraman akan dilakukan secara rutin pagi, siang, dan sore hari secara komprehensif di area yang dapat dijangkau. Ini menjadi bagian dari langkah pencegahan agar tidak terjadi kebakaran kembali di masa mendatang,” pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Jumhur Hidayat, yang meninjau langsung lokasi kebakaran TPA Jatiwaringin menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam proses pemadaman.

Menurutnya, berdasarkan hasil pemantauan menggunakan teknologi thermal, kondisi kebakaran di TPA Jatiwaringin menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

“Alhamdulillah, berdasarkan laporan dari berbagai stakeholder dan hasil pemantauan thermal, kondisi kebakaran di TPA Jatiwaringin Kabupaten Tangerang mengalami perbaikan yang sangat baik. Jika sebelumnya tingkat panas yang terdeteksi mencapai sekitar 70 persen, saat ini sudah berada di bawah 4 persen. Ini merupakan keberhasilan dan kesuksesan seluruh tim yang bekerja tanpa henti dalam upaya pemadaman api,” ujar Jamhur

Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi kuat antara pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Tangerang, BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, serta seluruh unsur yang terlibat di lapangan. Pemadaman dilakukan dari udara melalui water bombing, dari darat menggunakan armada pemadam, hingga penyuntikan langsung ke dalam timbunan sampah untuk memadamkan bara api yang berada di lapisan bawah

“Kami mengapresiasi BNPB, Bupati Tangerang beserta seluruh jajarannya, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, serta berbagai pihak yang telah mengerahkan seluruh kemampuan dan teknologi yang dimiliki,” katanya.

Dia menambahkan, saat ini area yang masih membara hanya tersisa sekitar 3,6 persen. Ia optimistis seluruh titik panas dapat segera dituntaskan dalam waktu dekat.

“Alhamdulillah saat ini kondisi yang masih membara tinggal sekitar 3,6 persen. Ini adalah pencapaian yang luar biasa. Kita berharap malam ini atau paling lambat besok seluruh titik panas dapat mencapai nol persen sehingga kondisi benar-benar terkendali,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa peristiwa kebakaran TPA Jatiwaringin harus menjadi pembelajaran penting bagi seluruh pemerintah daerah di Indonesia untuk memperkuat langkah mitigasi dan pencegahan kebakaran di tempat pembuangan akhir masing-masing.

“Yang paling penting dari kejadian ini adalah menjadi pembelajaran bagi seluruh kepala daerah di Indonesia untuk melakukan mitigasi dan pencegahan sejak dini. Saat ini kita memasuki musim kemarau yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran di kawasan TPA. Karena itu, langkah antisipasi harus diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.