Scroll untuk baca Berita

Pasang Iklan, Advertorial dan Kirim Release, click here
Daerah

Ancaman Kanker Mengintai, BPOM Ungkap Makanan Berbahaya di Pasar Serpong Tangsel

10
×

Ancaman Kanker Mengintai, BPOM Ungkap Makanan Berbahaya di Pasar Serpong Tangsel

Sebarkan artikel ini
Petugas BPOM didampingi Asda ll Tangsel Heru Agus Santoso saat memeriksa bahan makanan diduga mengandung bahan berbahaya di Pasar Serpong.

detak.co.id, TANGSEL-Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menemukan kandungan zat berbahaya pada sejumlah bahan pangan yang dijual di Pasar Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Tiga produk yang terindikasi mengandung bahan kimia berbahaya tersebut yakni mie kuning basah, tahu putih, dan kue mangkok.

Kepala Balai BPOM Tangerang, M Sony Mughofir, mengungkapkan bahwa kue mangkok diketahui mengandung pewarna tekstil Rhodamin B, sementara mie kuning basah dan tahu putih positif mengandung formalin.

“Untuk kue mangkok ditemukan pewarna tekstil Rhodamin B. Sedangkan mie kuning basah dan tahu putih mengandung formalin,” ujar Sony, Senin (25/5/2026).

Ia menjelaskan, BPOM telah melakukan pengujian terhadap 23 sampel bahan pangan yang dijual bebas di pasar. Dari hasil pemeriksaan, tiga jenis pangan terbukti menggunakan zat kimia berbahaya yang dilarang untuk konsumsi.

Sony menegaskan, Rhodamin B merupakan pewarna tekstil yang bersifat karsinogenik dan berpotensi memicu kanker jika dikonsumsi secara terus-menerus.

“Pewarna tekstil itu sifatnya karsinogenik. Jika menumpuk di tubuh, risikonya bisa memicu kanker. Karena itu kami selalu mengimbau produsen agar menggunakan bahan pewarna pangan yang telah memiliki izin BPOM,” jelasnya.

Menurut Sony, penggunaan Rhodamin B oleh oknum produsen biasanya didasari alasan ekonomis, karena harganya murah, warnanya lebih cerah, dan tahan lama. Sementara itu, formalin masih kerap ditemukan pada mie kuning basah dan tahu karena dianggap efektif sebagai pengawet.

“Yang paling sering itu mie kuning basah mengandung formalin, lalu tahu. Bahkan di wilayah lain kami juga pernah menemukan ikan teri dan jambal roti yang mengandung formalin,” ungkapnya.

Ia mengingatkan, bahan pangan yang mengandung zat berbahaya dapat memicu risiko kesehatan mulai dari gangguan ringan hingga penyakit berat seperti kanker.

Sebagai langkah pencegahan, Sony membagikan cara sederhana mengenali tahu berformalin. “Tahu tanpa formalin kalau disimpan di suhu ruang pasti cepat basi. Misalnya dibeli pagi, malamnya sudah rusak. Kalau pewarna tekstil, biasanya warnanya sangat terang dan mencolok,” pungkasnya.