TANGSEL, detak.co.id – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie melantik enam pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II.b) hasil seleksi terbuka. Pelantikan berlangsung di Aula Blandongan, Puspemkot Tangsel, Jumat (17/4/2026).
Para pejabat yang dilantik untuk menempati posisi baru itu diantaranya Hadi Widodo sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, Mukroni sebagai Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Dahlan sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja.
Kemudian Mochamad Hardi sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Ika sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, serta Cahyadi sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Pelantikan kepada para pejabat baru tersebut merupakan hasil seleksi terbuka (open bidding) yang telah melalui tahapan sesuai ketentuan
“Ini eselon II dulu hasil seleksi, sudah dilantik. Nanti setelah ini akan kita bahas lagi bersama tim evaluasi kinerja untuk eselon berikutnya,” ungkap Benyamin Davnie.
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus penguatan kinerja birokrasi di lingkungan Pemkot Tangsel.
Proses penataan jabatan akan terus berlanjut ke level eselon di bawahnya, termasuk potensi promosi dari eselon III.b ke III.a, serta pengisian jabatan yang kosong akibat pensiun.Proses tersebut dilakukan dalam waktu dekat.
“Insya Allah secepatnya, saya tidak bisa memastikan kapan, tapi secepatnya,” terang Benyamin.
Para pejabat yang baru dilantik kemudian diminta menjaga integritas, bekerja sesuai aturan, dan mengedepankan pelayanan publik dan harus betul-betul dijalankan dengan baik dan penuh tanggung jawab.
Pemkot Tangsel berharap kinerja organisasi perangkat daerah semakin optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, seiring dengan penerapan sistem manajemen kepegawaian yang lebih profesional dan berbasis kompetensi.
“Saya berharap teman-teman yang dilantik bisa langsung bekerja, beradaptasi, dan memberikan kinerja yang terbaik untuk masyarakat,” sebut Benyamin.
Pemkot Tangsel juga akan mulai menerapkan sistem merit ASN dalam pengisian jabatan, khususnya untuk sejumlah posisi yang saat ini masih kosong.
Sistem merit akan lebih memprioritaskan pegawai internal yang telah memiliki rekam jejak kinerja dan data yang terukur, sehingga proses penilaian dapat dilakukan lebih objektif.
“Ke depan kita akan menggunakan merit system. Open bidding ini menjadi yang terakhir, selanjutnya kita gunakan sistem merit,” pungkasnya.











