detak.o.id TANGSEL – Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Julham Firdaus, menyoroti kondisi sejumlah ruas jalan di Tangsel yang mengalami kerusakan akibat curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
TANGSEL – Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Julham Firdaus, menyoroti kondisi sejumlah ruas jalan di Tangsel yang mengalami kerusakan akibat curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut Julham, kerusakan jalan tidak hanya terjadi di Tangsel, tetapi juga dialami di sejumlah daerah lain. Namun demikian, kondisi ini harus menjadi bahan evaluasi serius, khususnya terkait kualitas dan ukuran material jalan yang digunakan.
“Curah hujan yang tidak berhenti deras memang mempengaruhi kondisi jalan. Tapi ini juga harus jadi evaluasi soal kualitas bahan. Jangan sampai hujan panjang justru bikin material jalan cepat rontok,” kata Julham, Selasa (27/1/2026).
Ia menegaskan, pemerintah daerah harus segera melakukan perawatan dan penambalan jalan yang rusak guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.
“Harus secepat mungkin ada perawatan dan penambalan. Ini penting untuk menghindari kecelakaan dan hal-hal buruk lainnya,” tegasnya.
Terkait aspek aturan maupun ketentuan teknis, Julham mengaku belum melakukan pengecekan secara detail. Namun ia menilai, penanganan jalan rusak harus menjadi prioritas utama sebelum menimbulkan korban.
“Soal aturan atau ketentuannya saya belum cek. Tapi setidaknya, kalau sudah ada dampak kecelakaan, itu harus dibereskan dulu sebelum terjadi musibah yang lebih besar,” katanya.
Ia juga menyinggung kemungkinan keterkaitan dengan Jasa Raharja maupun tanggung jawab daerah, namun kembali menekankan pentingnya langkah cepat dari Pemerintah Kota Tangsel.
“Masuk Jasa Raharja atau daerah, itu belum saya cek secara detail. Intinya Pemkot harus segera antisipasi. Kuncinya gerak cepat supaya kondisi jalan tidak jadi penyebab kecelakaan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Bina Marga DBMSDABMBK Tangsel, Ahmad Fatulloh, mengatakan hujan dengan intensitas tinggi dan berlangsung tanpa jeda telah menurunkan kualitas struktur perkerasan jalan.
“Air masuk ke lapisan pondasi dan melemahkan daya dukung jalan. Akibatnya muncul lubang, retak, hingga amblas,” kata Fatulloh.
Namun, hingga kini perbaikan jalan belum bisa dilakukan secara optimal. Alasannya, kondisi jalan masih basah dan tergenang air, sehingga dikhawatirkan membuat hasil tambalan tidak bertahan lama.
Sambil menunggu cuaca membaik, pemerintah kota mengklaim telah melakukan pengamanan sementara di sejumlah titik rawan untuk menekan risiko kecelakaan. Meski begitu, langkah ini dinilai belum menyentuh akar persoalan.
Fatulloh berjanji perbaikan akan diprioritaskan pada ruas jalan berstatus milik Pemkot Tangsel setelah kondisi memungkinkan.
“Kami menunggu cuaca relatif membaik agar perbaikan bisa lebih berkualitas dan tahan lama,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat melintas di jalan rusak, terutama pengguna kendaraan roda dua yang paling rentan menjadi korban.
Untuk jalan rusak yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi dan pengembang, Fatulloh memastikan koordinasi akan segera dilakukan. Ia menegaskan kontraktor masih bertanggung jawab atas jalan yang berada dalam masa pemeliharaan.
“Tidak ada alasan untuk menunda. Jalan yang masih menjadi tanggung jawab kontraktor harus segera diperbaiki,” tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Bina Marga DBMSDABMBK Tangsel, Ahmad Fatulloh, mengatakan hujan berintensitas tinggi yang terjadi terus-menerus telah merusak struktur perkerasan jalan.
“Air masuk ke lapisan pondasi dan melemahkan daya dukung jalan, sehingga muncul lubang, retak, hingga amblas,” ujarnya.
Namun perbaikan belum dapat dilakukan secara optimal karena kondisi jalan masih basah dan tergenang air. Sambil menunggu cuaca membaik, Pemkot Tangsel melakukan pengamanan sementara di sejumlah titik rawan kecelakaan.
Fatulloh menyebut perbaikan akan diprioritaskan pada jalan kewenangan Pemkot Tangsel, sementara untuk jalan milik provinsi dan pengembang akan segera dikoordinasikan. “Jalan yang masih menjadi tanggung jawab kontraktor harus segera diperbaiki,” tegasnya.




















