Daerah

Setahun Lumpuh, Warga Cikeusik Kembali Beraktivitas Berkat Bantuan Pemprov Banten

7
×

Setahun Lumpuh, Warga Cikeusik Kembali Beraktivitas Berkat Bantuan Pemprov Banten

Sebarkan artikel ini

Detak.co.id,  KAB. PANDEGLANG – Setelah setahun lumpuh akibat jatuh dari atap rumah, semangat hidup Nurhedi (42), warga Kampung Batujaya, Desa Umbulan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, kembali tumbuh. Bantuan tongkat jalan dari Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah dalam acara Safari Ramadan, Kamis (12/3/2026), membuka harapan bagi dirinya untuk kembali beraktivitas.

​Pasca kejadian setahun lalu itu, Nurhedi memilih berdiam diri di rumah bersama anak dan istrinya. Meski usianya masih relatif muda, kondisi tersebut memaksa Nurhedi bergantung pada sang istri dalam setiap aktivitasnya. Saat itu, ia terpuruk karena tidak memiliki biaya untuk perawatan medis.

​”Ini juga dibuatkan tongkat jalan dari bambu oleh bapak supaya saya bisa sedikit beraktivitas, sudah sekitar enam bulan lalu,” ungkapnya.

​Berkat bantuan tongkat jalan yang baru, Nurhedi merasa bersyukur dan bisa menata kembali perekonomian keluarganya secara bertahap. Rencananya, ia akan membuka toko kelontong untuk menyambung hidup dan menata harapan.

​Selain Nurhedi, kebahagiaan juga dirasakan oleh Damiri (86), warga Kampung Baru, Desa Sumur Batu, dan Iyoh (71), warga Kampung Gadel, Desa Umbulan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang. Keduanya mendapatkan bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) masing-masing sebesar Rp25 juta.

​Selama ini, Damiri tinggal di rumah bilik beralaskan tanah. Begitu pula dengan Iyoh yang hanya tinggal berdua bersama cucunya di RTLH. Mereka berdua hanya mengandalkan uluran tangan dari tetangga dan sanak saudara untuk menyambung hidup sehari-hari.

​”Saya titip kepada kepala desa dan camat setempat agar bantuan itu benar-benar digunakan untuk renovasi rumah. Tolong juga kepada para tetangga untuk bersama-sama membantu proses renovasinya,” pesan Wagub Dimyati.

​Dimyati menekankan bahwa selama Ramadan, masyarakat harus memiliki empati yang tinggi untuk saling berbagi antarsesama. Dengan demikian, hubungan sosial dalam masyarakat akan semakin kuat.

​”Kalau sudah kuat, kita tidak akan mudah dipecah belah,” pungkasnya.

​Pada kesempatan itu, Wagub Dimyati juga menyerahkan sejumlah bantuan lain, seperti kursi roda, bantuan masjid sebesar Rp10 juta, bantuan pondok pesantren Rp5 juta, serta insentif untuk tiga guru ngaji dan marbot masing-masing Rp500 ribu. Selain itu, diserahkan pula santunan ahli waris dari BPJS Ketenagakerjaan kepada keluarga nelayan yang meninggal dunia sebesar Rp42 juta, serta 100 paket sembako. (Zal)