Daerah

Dari Tangsel ke Nasional, Langkah Vidyardi Laksmono Memperkuat Ekosistem Konveksi Digital

16
×

Dari Tangsel ke Nasional, Langkah Vidyardi Laksmono Memperkuat Ekosistem Konveksi Digital

Sebarkan artikel ini
Vidyardi Laksmono bersama CEO KonveksiHub dalam momen penandatanganan dan proses akuisisi saham perusahaan, sebagai bagian dari strategi pengembangan dan ekspansi bisnis.

detak.co.id TANGSEL-Industri tekstil dan konveksi di Indonesia selama bertahun-tahun menjadi tulang punggung ekonomi kreatif nasional. Namun di balik potensinya yang besar, masih banyak pelaku UMKM konveksi yang kesulitan menjangkau pasar, membangun kepercayaan konsumen, hingga bersaing di tengah arus digitalisasi.

Melihat peluang tersebut, pengusaha muda asal Tangerang Selatan (Tangsel) Vidyardi Laksmono, mengambil langkah strategis dengan mengakuisisi saham perusahaan teknologi KonveksiHub.

Bagi Vidyardi, investasi ini bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan bagian dari visi jangka panjang untuk membangun ekosistem konveksi digital yang inklusif. KonveksiHub diproyeksikan menjadi jembatan yang menghubungkan pelaku UMKM tekstil dengan konsumen secara langsung melalui satu platform terintegrasi.

“Kalau kita lihat bersama, KonveksiHub ini adalah platform aplikasi pertama di Indonesia yang benar-benar mengakomodir pelaku ekonomi kreatif, khususnya di bidang tekstil,” ungkap Vidy, Rabu (7/1/2026).

Melalui aplikasi KonveksiHub, masyarakat yang membutuhkan jasa konveksi, mulai dari pembuatan jaket, pakaian dinas harian (PDH), hingga kebutuhan apparel lainnya, dapat mengakses berbagai vendor konveksi secara mudah dan transparan.

Sistem ini diharapkan memangkas rantai distribusi sekaligus mempercepat proses transaksi.
“Yang sebelumnya bingung mau buat jaket, PDH, atau baju, sekarang lewat aplikasi ini bisa selangkah lebih cepat dan lebih maju. Penjual dan customer bisa lebih dekat,” kata Vidy.

Tak berhenti di situ, KonveksiHub juga membuka peluang ekonomi baru melalui skema afiliasi. Program ini memungkinkan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berperan sebagai penghubung antara konsumen dan pelaku konveksi tanpa harus memiliki modal produksi.

“Aplikasi ini bisa terafiliasi dengan berbagai khalayak, termasuk teman-teman yang belum punya modal usaha. Mereka bisa menjadi affiliator muda, dengan kompensasi yang sangat menjanjikan,” jelasnya.

Langkah Vidyardi ini pun mendapat sambutan positif dari jajaran manajemen KonveksiHub. CEO KonveksiHub, Sahlan Aulia Ahmad yang menilai bergabungnya Vidy akan memperkuat strategi relasi bisnis dan pemasaran perusahaan di tengah persaingan industri digital yang semakin dinamis.

“Kami menyambut dengan hangat bergabungnya Mas Vidy sebagai bagian dari keluarga besar KonveksiHub. Kehadiran beliau diharapkan dapat memperkuat strategi relasi dan pemasaran perusahaan, sekaligus mendorong terciptanya kolaborasi serta peluang bisnis baru yang berkelanjutan,” jelas Sahlan.

Sementara itu, CTO KonveksiHub, Bimo, menegaskan bahwa akuisisi saham ini merupakan momentum penting untuk meningkatkan daya saing perusahaan. Menurutnya, dukungan investor strategis akan mempercepat pengembangan teknologi serta adaptasi terhadap kebutuhan pasar.

“Melalui langkah strategis ini, KonveksiHub diharapkan mampu membuka peluang-peluang baru sekaligus memperkuat daya saing perusahaan dalam menghadapi tantangan di era digital,” terang dia.

Ke depan, KonveksiHub menargetkan menjadi platform rujukan nasional bagi industri konveksi dan tekstil. Dengan dukungan modal, jejaring, serta visi bisnis yang kuat, kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong UMKM tekstil Indonesia naik kelas dan lebih kompetitif di pasar digital.