Scroll untuk baca Berita

Pasang Iklan, Advertorial dan Kirim Release, click here
Daerah

DPRD Tangsel Soroti Dugaan Child Grooming di Sekolah, Minta Investigasi Diperluas

8
×

DPRD Tangsel Soroti Dugaan Child Grooming di Sekolah, Minta Investigasi Diperluas

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi ll DPRD Tangsel, Ricky Yuanda Bastian.

detak.co.id TANGSEL-Dugaan pelecehan seksual terhadap seorang siswi di lingkungan Insan Cendekia Madani (ICM), Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mendapat perhatian serius DPRD Kota Tangsel. Seorang guru di sekolah tersebut dilaporkan atas dugaan melakukan child grooming terhadap seorang siswi.

Dugaan tersebut disebut berlangsung sejak korban masih duduk di bangku kelas 4 SD hingga memasuki jenjang SMP. Peristiwa yang dilaporkan itu disebut terjadi dalam rentang 2023 hingga 2026.

Ketua Komisi II DPRD Kota Tangsel, Ricky Yuanda Bastian, menyampaikan keprihatinannya atas dugaan kasus tersebut. Ia menilai lingkungan pendidikan seharusnya menjadi ruang yang aman bagi anak untuk belajar dan berkembang.

“Yang pertama tentu saja kami turut prihatin atas kembali terjadinya dugaan pelecehan seksual di lingkungan pendidikan. Kami prihatin juga terhadap korban anak yang memiliki luka mendalam,” kata Ricky di Gedung DPRD Kota Tangsel, Senin (28/9/2026).

Ricky mengatakan, DPRD telah berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangsel terkait penanganan korban.

Menurutnya, perlindungan terhadap korban harus menjadi salah satu perhatian utama dalam penanganan kasus tersebut. Pendampingan psikologis dan pemulihan kondisi korban juga dinilai penting agar proses penanganan tidak semakin membebani anak.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Tangsel atau P3P2KB Kota Tangsel untuk menangani kasus ini, dalam arti untuk perlindungan korban, traumatic healing dan seterusnya,” ujarnya.

Selain memastikan perlindungan terhadap korban, Ricky meminta adanya investigasi yang dilakukan secara menyeluruh. Ia mengingatkan kemungkinan adanya informasi lain yang belum terungkap dalam penanganan kasus tersebut.

“Kita minta juga ada investigasi, pendataan, mungkin ada korban lainnya yang mungkin belum terungkap. Makanya kita sudah minta ini diinvestigasi lebih mendalam,” tegasnya.

Ia juga mendorong dilakukannya penyaringan dan penelusuran di lingkungan yang berkaitan dengan pihak terlapor. Menurut Ricky, upaya tersebut penting untuk memastikan tidak ada anak lain yang berpotensi menjadi korban.

“Kita juga minta untuk dilakukan screening, bukan cuma kemudian pada lingkungannya, tetapi juga pada tempat lingkungan rumahnya, apakah ada korban lain,” katanya.

Ricky menegaskan, proses investigasi tidak semestinya hanya berfokus pada lingkungan sekolah. Penelusuran informasi di lingkungan sekitar juga diperlukan apabila berkaitan dengan upaya mengungkap fakta secara menyeluruh.

“Jadi bukan hanya di sekolah, tetapi juga di sekitar rumah pelaku. Maka investigasi ini sangat penting,” ujarnya.

Di sisi lain, DPRD Tangsel juga meminta pihak sekolah mengambil langkah tegas terhadap guru yang dilaporkan. Ricky menyebut pihak sekolah telah menyampaikan bahwa guru tersebut dinonaktifkan dari kegiatan di sekolah.

“Kami juga meminta kepada pihak sekolah, dan sekolah sudah memberikan jawaban tegas bahwa guru itu sudah dinonaktifkan dari sekolah,” tutur Ricky.

Ricky berharap proses hukum terhadap pihak yang terbukti bersalah nantinya dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia menilai penanganan yang tegas diperlukan untuk memberikan perlindungan kepada anak dan mencegah kejadian serupa.

“Saya harap harus dihukum berat. Dalam hal ini dampaknya bukan hanya kasusnya saja, karena dampaknya bisa meluas,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat maupun pihak yang mengetahui informasi berkaitan dengan kasus tersebut untuk menyampaikannya kepada petugas yang menangani perkara. Informasi tambahan dinilai dapat membantu proses investigasi selama disampaikan melalui jalur yang tepat.

“Kita minta semua pihak, apabila ada informasi baru dalam investigasi ini agar segera diberikan kepada petugas yang sedang bekerja,” ucapnya.

Kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel, Ricky meminta agar proses seleksi dan pengawasan terhadap tenaga pendidik diperkuat. Ia juga mendorong sekolah di bawah kewenangan Dindikbud meningkatkan upaya pencegahan terhadap potensi kekerasan seksual.

“Kepada Dindikbud Kota Tangsel untuk seleksi ketat, kepada seluruh sekolah di bawah kewenangan Dindikbud untuk dilakukan screening kepada guru yang mungkin berpotensi terjadinya kekerasan seksual di lain waktu dan di lain tempat,” jelasnya.

Menurut Ricky, pengawasan tidak cukup hanya dilakukan pada saat proses rekrutmen tenaga pendidik. Sekolah juga perlu memahami karakter dan perilaku tenaga pendidik serta membangun batasan interaksi yang sehat antara guru dan peserta didik.

“Harusnya juga sekolah harus bisa memantau dan melihat bagaimana karakter guru. Harus ada batasan kedekatan murid dengan guru, kedekatan murid dengan murid, kedekatan guru dengan guru,” katanya.

Ricky berharap seluruh pihak ikut membangun sistem perlindungan anak yang lebih kuat di lingkungan pendidikan. Ia juga meminta aparat penegak hukum menangani perkara tersebut secara profesional dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami berharap kepada semua pihak. Kami minta kepada polisi juga tegakkan keadilan seadil-adilnya agar ada efek jera dan ada rasa aman bagi masyarakat, dan bisa menyelamatkan dunia pendidikan di Kota Tangsel,” pungkasnya.