NasionalPemerintah

Gelar FGD, Kemenpora Ingin Bangun Kehumasan yang Kompeten dan Kolaboratif

79
×

Gelar FGD, Kemenpora Ingin Bangun Kehumasan yang Kompeten dan Kolaboratif

Sebarkan artikel ini
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) menggelar focus group discussion (FGD) kehumasan. Pertemuan ini diharap dapat membangun kehumasan Kemenpora yang kompeten dan kolaboratif. (foto:herry/kemenpora.go.id)

detak.co.id, NASIONAL — Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) menggelar focus group discussion (FGD) kehumasan. Pertemuan ini diharap dapat membangun kehumasan Kemenpora yang kompeten dan kolaboratif.

FGD kehumasan ini berlangsung di Harris Hotel, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (19/2). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Biro Humas dan Umum Kemenpora Triyono.

“Saya kira FGD ini sangat penting untuk kita, bagaimana kedepan peran strategis hubungan masyarakat ini harus lebih baik lagi kedepannya dan ditingkatkan,” ujar Triyono.

Pada tahun ini, kata Triyono, Humas Kemenpora harus bisa lebih menggaungkan lagi program-program di Kemenpora. Hal ini bertujuan agar segala kebijakan dan lainnya bisa menyentuh masyarakat secara menyeluruh.

“Kiranya kita harus saling sinergi dan juga berkolaborasi dengan kehumasan yang ada di kedeputian. Ini agar segala bentuk informasi dan program-program yang ada bisa diketahui secara luas,” terangnya.

“Jadi kita harapkan fasilitas yang ada juga kita tingkatkan dan dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Misalnya media center dan lainnya. Tahun ini harus benar lebih baik lagi dari sebelumnya,” sambung Karo Triyono.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara FGD Isye Marisye menambahkan, kegiatan ini berlangsung pada 19-21 Februari 2024. Isye berharap sinergi dan kolaborasi bisa ditingkatkan lebih baik lagi.

“Dengan tim yang ada ini semoga bisa semakin baik dalam hal outputnya. Segala informasi harus dikelola dengan baik,” jelasnya.

Adapun FGD kali ini akan dibawa oleh para narasumber yang berkompeten dibidangnya terkait keterbukaan informasi publik, sosial media, media monitoring, dan sinergi kehumasan. (jef)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *