Daerah

Gubernur Andra Soni : Pemuda Harus Bisa Memanfaatkan Teknologi Informasi

12
×

Gubernur Andra Soni : Pemuda Harus Bisa Memanfaatkan Teknologi Informasi

Sebarkan artikel ini

detak.co.id, KOTA TANGSEL – Gubernur Banten Andra Soni berpesan, pemuda harus menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi. Saat ini, dunia sedang berada pada era 5.0 yang ditandai dengan pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan derajat hidupnya. Demikian diungkapkan Andra Soni yang disampaikan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olah Raga (Kadispora) Provinsi Banten pada
Simposium Nasional dan Refleksi Awal Tahun Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Intelektual Pemuda Indonesia di Kota Tangerang Selatan (26/1/2026).

Andra Soni melalui Ahmad Syaukani mengatakan, Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, pemuda didefinisikan sebagai warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan, berusia 16 (enam belas) sampai dengan 30 (tiga puluh) tahun. Di Provinsi Banten jumlah penduduk yang dikategorikan pemuda mencapai kurang lebih 3,3 juta jiwa dari seluruh penduduk Provinsi Banten yang mencapai lebih dari 12 juta. “Kondisi itu, merupakan modal untuk mencapai Indonesia Emas 2045,” kata Andra Soni.

Pasalnya, lanjutnya, pemuda merupakan usia produktif, yang tenaga handal serta memiliki pemikiran yang tajam. “Hal tersebut, merupakan modal untuk membangun daya saing pemuda,” katanya.

Namun, daya saing tersebut bisa diperoleh apabila pemuda dapat memanfaatkan kesempatan itu untuk hal-hal positif.

Untuk itu, Gubernur Andra Soni melalui Kadispora Provinsi Banten Ahmad Syaukani, mengajak pemuda Banten memanfaatkan kesempatannya untuk melakukan pemberdayaan diri. Salah satunya dengan menguasai teknologi informasi dan memanfaatkanya untuk kehidupan sehari-hari. “Saat ini, penguasaan dan pemanfaatan teknologi merupakan keniscayaan,” tandasnya.

Andra Soni juga mengapresiasi DPP Perkumpulan Intelektual Pemuda Indonesia yang sudah menyelenggarakan simposium tersebut dengan tema, Mencetak Pemimpin Bangsa Inovatif Kolaboratif Menuju Indonesia Emas.

Untuk pemberdayaan pemuda, Pemerintah Provinsi Banten sudah menyediakan beragam program untuk membangun daya saing pemuda. Salah satunya, program Pemuda Pelopor. Program itu, untuk menjaring pemuda usia 16-30 tahun yang memiliki inisiatif, inovasi, dan karya nyata di masyarakat. Program ini bertujuan mencetak pemimpin masa depan yang mampu mengatasi tantangan sosial melalui bidang pendidikan, agama, sosial, budaya, SDA, lingkungan, pariwisata, pangan, serta teknologi.

Sementara itu, Ketua Panitia Simposium Nasional dan Refleksi Awal Tahun Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Intelektual Pemuda Indonesia, Ahmad Daffa menjelaskan, simposium tersebut merupakan ajang diskusi berbagai bidang antara para ahli, praktisi, mahasiswa dan pemerintah. Tujuannya meningkatkan kolaborasi dalam menangani dan menyelesaikan isu-isu terkini dalam kehidupan masyarakat. (Zal)