detak.co.id, KOTA TANGERANG – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni melaksanakan kunjungan sosial ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Kota Tangerang, Kamis (2/7/2026). Kunjungan dilaksanakan dalam rangka silaturahmi sebagai bentuk dukungan kepada warga binaan perempuan untuk kembali menata kehidupan yang lebih baik.
“Memberikan semangat langsung kepada warga binaan. Bentuk dukungan kami, bahwa perempuan memiliki hak yang sama untuk bangkit, memperbaiki diri dan menata hidupnya kembali,” kata Tinawati didampingi Ketua Umum Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Banten Irna Narulita Dimyati, Ketua Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Tangerang Rismawati Maesyal Rasyid, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Provinsi Banten Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Lili.
Tinawati yang juga menjabat Pelindung BKOW mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung pemberdayaan perempuan melalui pembinaan karakter, peningkatan pelatihan, dan tentu saja penguatan ketahanan keluarga.
“Harapan kami bersama apa yang didapat selama menjalani binaan adalah menjadi modal untuk nanti, para warga binaan perempuan kembali kepada masyarakat menjadi perempuan yang lebih baik lebih produktif, lebih aktif dan yang terpenting lebih percaya diri,” kata Tinawati.
Tinawati juga memberikan sejumlah bingkisan kepada warga binaan. Ia menyapa dan berinteraksi langsung dengan warga binaan seraya terus memberikan motivasi kehidupan.
“Berlatih keterampilan yang tekun, telaten untuk bekal kehidupan setelah kembali kepada masyarakat,” nasihat kepada warga binaan.
Ia juga berkeliling meninjau tempat-tempat pelatihan keterampilan, seperti pelatihan kerajinan tangan, tata busana, tata boga, dan salon kecantikan. Termasuk meninjau sarana kantin dan poliklinik.
“Semua program pemberdayaan perempuan di Lapas Perempuan Kelas IIA Kota Tangerang sudah sangat bagus,” katanya.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Provinsi Banten Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Lili memaparkan, jumlah warga binaan di Lapas Perempuan Kelas IIA Kota Tangerang sebanyak 320 orang dewasa dan 5 orang bayi. Lili mengatakan, selama dalam program pemasyarakatan, pihaknya memberikan pembekalan karakter, berbagai pelatihan keterampilan, serta memberikan motivasi kehidupan yang lebih baik kepada warga binaan.
“Kami membuang semua kesan bahwa lembaga pemasyarakatan yang seram, kotor dan menjijikkan. Lembaga pemasyarakatan saat ini adalah tempat yang nyaman untuk menata kembali kehidupan pada masa yang akan datang,” ujarnya.
Salah seorang warga binaan, RA (36 tahun) asal Kota Cilegon mengaku sangat suka dan mengapresiasi sekali kunjungan TP PKK dan BKOW Provinsi Banten. “Kami bisa meningkatkan keterampilan. Sementara yang sudah mempunyai bakat jadi bisa menampilkan dan menyalurkan bakat-bakat kami masing-masing,” katanya.
RA merupakan warga binaan tersangkut pidana narkotika dengan hukuman 6 tahun 2 bulan. Sampai saat ini, sudah menjalani masa hukuman 3 tahun.
Komentar senada disampaikan PA (36 tahun) asal Kabupaten Tangerang. PA tersangkut pidana penipuan dengan hukuman tiga tahun enam bulan dan sudah menjalani masa hukuman dua tahun. Menurut PA, semua warga binaan mengikuti kegiatan sesuai potensinya masing-masing.
“Saya sendiri kebetulan lebih ke entertainment jadi saya mengikuti kegiatan dancer,” katanya.
PA mengaku sangat senang sekali terhadap kunjungan Tinawati. Menurutnya, acara seperti itu membuat warga binaan lebih percaya diri dan punya ruang untuk menampilkan hasil karya dan kreativitasnya.
“Kita juga merasa bisa diterima di semua kalangan dan tidak dianggap sebelah mata,” katanya. (Zal)











